Liputan

Polri Belum Bisa Menindak Tabloid Indonesia Barokah Karena Menunggu Ini

BTN iklan

JAKARTA, (LEI) – Polri merespons isu yang menyebut Wakil Direktur Komunikasi Politik Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Irfan Wahid berada di balik beredarnya Tabloid Indonesia Barokah. Isu itu digulirkan jubir Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade.

“Kita berdasar fakta hukum yang kita temukan. Kita tidak berandai-andai, semua perlu kajian komprehensif,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Jakarta, Senin (28/1/2019).

Apalagi Polri belum bisa bertindak jauh karena masih menunggu rekomendasi Dewan Pers terkait kasus Tabloid Indonesia Barokah. Nantinya rekomendasi tersebut akan digunakan untuk menentukan langkah apa yang akan dilakukan kepolisian ke depan.

“Kita tak boleh buru-buru karena tergantung hasil kajian berbagai perspektif itu, nanti melibatkan juga ahli bahasa, ahli hukum pidana, apakah narasi-narasi (di Tabloid Barokah) ada pelanggar pidananya,” tuturnya.

Sambil menunggu rekomendasi Dewan Pers, Polri melalui tim yang dibentuk Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim juga tengah mengkaji laporan yang dilayangkan BPN Prabowo-Sandi terkait Tabloid Indonesia Barokah. Kajian dilakukan secara komprehensif untuk mencari dugaan pidana pada konten tabloid yang beredar di sejumlah daerah itu.

“Tapi yang jelas statement dari Bawaslu sudah sangat klir. Bawaslu menyampaikan bahwa di situ tak ada black campaign, tak ada pelanggaran pidana pemilu karena Bawaslu sudah langsung rapat dengan Gakkumdu dan dianalisa komprehensif,” kata Dedi.

“Polri juga nanti ketika menerima (rekomendasi dari Dewan Pers) tidak langsung melakukan penyidikan, tapi penyelidikan dulu. kita butuh kajian lebih komprehensif dulu,” ucapnya menambahkan. [Liputan6]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

3 Comments

  1. I simply could not go away your web site prior to suggesting
    that I actually enjoyed the standard info an individual supply to your guests?
    Is gonna be again incessantly in order to investigate cross-check new
    posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close