LiputanNasional

Polri Mendeteksi Adanya Akun-Akun yang Tak Kenal Lelah Sebar Provokasi Pemicu Kerusuhan

BTN iklan

JAKARTA, (LEI) – Polri mendeteksi adanya gejala negatif di media sosial merespons hasil hitung cepat alias quick count pilpres 2019. Yakni terjadi peningkatan penyebaran informasi yang sarat provokasi dengan tujuan membuat kerusuhan.

Setidaknya tercatat peningkatan penyebaran informasi yang mengandung provokasi itu mencapai 40 persen.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menuturkan, biasanya hanya ada 10 akun hingga 15 akun yang menyebarkan provokasi.

Namun, kali ini peningkatan terjadi hingga 40 persen atau lebih dari 20 akun. ”Isunya juga terfokus pada satu hal, reaksi atas hasil quick count,” paparnya.

Penyebaran informasi provokasi itu terjadi sejak Rabu malam hingga Kamis pagi. Hingga saat ini Polri masih terus memonitornya. ”Ini sedang ditangani,” jelas jenderal berbintang satu tersebut.

Menurutnya, sudah terbaca bahwa tujuan dari penyebaran informasi provokasi ini untuk memicu kerusuhan masyarakat.

Khususnya terkait dengan hasil quick count pilpres 2019. Maka, penindakan akan dilakukan secepatnya. ”Ingin berbuat onar,” tegasnya.

Langkah awal yang dilakukan dengan meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk melakukan pemblokiran. ”Kita minta agar akun di take down,” paparnya.

Selanjutnya, saat ini Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipid Siber) tengah mengidentifikasi akun-akun tersebut. Bila sudah teridentifikasi, maka proses penegakan hukum bisa dimulai. ”Penegakan hukum jalan terakhir,” jelasnya.

Apakah sudah ada pergerakan masyarakat akibat penyebaran informasi itu? dia menjelaskan bahwa sesuai dengan instruksi pimpinan Polri, seluruh jajaran Polda untuk tetap waspada.”Kami fokus amankan,” ujarnya.

Yang pasti, akan diidentifikasi setiap narasi yang muncul, apakah masuk delik pidana atau tidak. Bila masuk Undang-undang Informasi dan transaksi elektronik (UU ITE) hukumannya empat tahun. ”Tapi, kalau sampai membuat onar hukuman mencapai 10 tahun,” paparnya.

Dedi menjelaskan, akan dilihat hukum sebab akibatnya. Apakah informasi provokasi itu yang memicu terjadinya keonaran atau tidak. ”Maka dari itu kami harap semua bisa mengendalikan diri,” ujarnya.

Masyarakat diminta jangan percaya begitu saja dengan informasi di media sosial. Dia mengatakan, kalau menerima informasi provokasi, bisa segera laporkan. ”Sehingga bisa ditindak,” tuturnya. [JPNN]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

5 Comments

  1. I’m not sure why but this web site is loading extremely
    slow for me. Is anyone else having this issue or is it a problem on my
    end? I’ll check back later and see if the problem still exists.

  2. Buy Discount Diflucan [url=//cure-rx.com]canadian pharmacy cialis 20mg[/url] How To Last Longer Inbed Robaxin Viagra In Italia Senza Ricetta

  3. Where Can Ibuy Ivermectin For Humans Amoxicillin Drug Reaction [url=//leviplus.com]cialis viagra levitra kaufen rezeptfrei[/url] Cephalexin Dosaging Drugs Without Prescription In Miami Buy Cialis Europe

  4. I used to be suggested this website via my
    cousin. I’m not certain whether or not this post is written by way of him as nobody else recognise
    such designated approximately my problem. You’re incredible!
    Thanks!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami