Liputan

PPATK: Petinggi Negara Hindari Pajak Sebaiknya Mundur

BTN iklan

pajak hindariJakarta, LEI/Antara – Wakil Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan Agus Santoso mengatakan petinggi negara yang terbukti melakukan penghindaran pajak seharusnya mengundurkan diri dari jabatannya.

“Para petinggi negara secara etika seharusnya mengundurkan diri kalau memang punya perusahaan dan menyimpan uang di luar negeri,” kata Agus dalam diskusi “Bedah Kasus Aset Indonesia di Negeri Suaka Pajak” di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, sikap menghindari pajak tersebut tidak menunjukkan jiwa nasionalisme.

Pada Senin (4/4), muncul pemberitaan di seluruh dunia mengenai skandal keuangan dunia berupa kebocoran dokumen milik firma asal Panama, Mossack Fonseca, yang pertama kali bocor ke koran asal Jerman Suddeustsche Zeitung.

Kebocoran dokumen finansial bertajuk Panama Papers menyebutkan 899 orang dan perusahaan di Indonesia memiliki shell company atau perusahaan cangkang di beberapa kawasan secrecy jurisdictions (surga pajak).

Akuntan forensik senior Theodorus M Tuanakotta mengatakan profil terlapor dalam Panama Papers ada tiga yaitu penguasa dan “gurita”nya, penyelundup pajak, dan penjahat yang butuh pencucian uanh dari tindak kriminalitas.

“Ketiganya memiliki persamaan, sama-sama membutuhkan persembunyian,” kata Theodorus.

Menurut dia, kejahatan yang terindikasi dalam Panama Paper harus batasi dibatasi pula pada penyelundupan pajak dan pencucian uang.

Theodorus menyebut ‘tax evasion’ memiliki logika bisnis untuk membayar pajak rendah atau mengemplang sama sekali. “Kriminalisasi saja untuk ‘tax evasion’,” kata mantan CEO Delloite tersebut.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami