OpiniPolitik

Prabowo Angkat 2 Eks Anggota Tim Mawar Jadi Pejabat Kemhan

BTN iklan

LEI, Jakarta– Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menunjuk 6 pejabat baru di lingkungan Kementerian Pertahanan. Menariknya, dua dari 6 pejabat baru ini merupakan eks anggota Tim Mawar. Tim Mawar adalah Grup IV Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI Angkatan Darat, yang saat itu dikomandoi oleh Capres 01 Prabowo Subianto. Tim ini merupakan dalang dalam operasi penculikan puluhan aktivis menjelang Pemilu 1997 dan Sidang Umum MPR 1998.

Prabowo sendiri menjabat sebagai Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus sejak Desember 1995 hingga Maret 1998, dan selanjutnya ditunjuk sebagai Pangkostrad.
Dalam persidangan Tim Mawar pada 1998 di Pengadilan Militer Jakarta, Mayor Inf Bambang Kristiono mengaku membentuk tim ini pada Juli 1997 atas insiatif pribadi. Tujuannya ialah menangkapi para aktivis yang dianggap radikal demi mengamankan kepentingan nasional.

Tercatat sebanyak 22 aktivis diculik. Sembilan orang kembali dalam keadaan hidup, sedangkan 13 lainnya hilang hingga saat ini. Sembilan orang itu antara lain Andi Arief, Nezar Patria, Pius Listrilanang, Desmond J Mahesa, Haryanto Taslam, Rahardjo Waluyo Jati, Mugiyanto, Faisol Riza, dan Aan Rusdianto.

Pemberhentian sekaligus pengangkatan pejabat madya itu tertuang dalam Keputusan Presiden RI Nomor 166/TPA Tahun 2020 yang diteken Jokowi pada Rabu, 23 September 2020.
Usulan Prabowo tersebut disampaikan pada 28 Juli dan 7 September 2020.
“Menetapkan keputusan Presiden tentang pemberhentian dan pengangkatan dari dan dalam jabatan pimpinan tinggi madya di lingkungan Kementerian Pertahanan,” demikian tertulis dalam Keputusan Presiden yang dikutip LEI, Jumat (25/9).

Adapun nama pejabat Kemhan yang diberhentikan secara hormat ialah Direktur Jenderal Perencanaan Pertahanan Kemhan, Marsda TNI Dody Trisunu; Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Kemhan, Prof. Dr. Ir. Bondan Tiara Sofyan; Kepala Badan Sarana Pertahanan Kemhan, Mayjen TNI Budi Prijono; Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemhan, Anne Kusmayati; Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kemhan, Laksda TNI Benny Rijanto Rudy; dan Kepala Badan Instalasi Strategis Pertahanan Kemhan, Mayjen TNI (Mar) Joko Supriyanto.
Pejabat yang telah diberhentikan tersebut kemudian diganti oleh Mayjen TNI Budi Prijono sebagai Direktur Jenderal Perencanaan Pertahanan Kemhan, Brigjen TNI Dadang Hendrayudha sebagai Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Kemhan, Marsma TNI Jusuf Jauhari sebagai Kepala Badan Sarana Pertahanan Kemhan.
Selanjutnya Marsda TNI Julexi Tambayong sebagai Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemhan, Mayjen TNI (Mar) Joko Supriyanto sebagai Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kemhan dan Brigjen Yulius Selvanus sebagai Kepala Badan Instalasi Strategis Pertahanan Kemhan.

Yang mengejutkan dua dari 6 pejabat baru Kementerian Pertahanan itu merupakan mantan anggota tim Mawar. Pejabat yang baru dilantik dan sempat disebut dalam persidangan masuk sebagai anggota Tim Mawar ialah Brigjen Yulius Selvanus dan Brigjen TNI Dadang Hendrayudha. Untuk diketahui, Tim Mawar ialah tim kecil yang berada dari Grup IV Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD yang dipimpin Prabowo. Tim tersebut diduga melakukan operasi penculikan puluhan aktivis pada saat menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 1997 dan Sidang Umum MPR 1998.

 

 

Kontributor: DWitya Yonathan Nugraharditama

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami