AdsLiputanNasional

Presiden bantu korban Bencana Banjir NTT dan NTB

BTN iklan

LEI, Jakarta- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Josef Nae Soi bersama rombongan tiba di Larantuka, Kabupaten Flores Tiimur, Senin (5/4/2021) sore. Doni pun langsung menggelar rapat koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Flores Timur membahas perihal bencana banjir dan longsor yang melanda Pulau Adonara. Kepala BNPB itu mengungkapkan, Presiden Joko Widodo sudah memerintahkan untuk mengambil langkah konkret dalam membantu masyarakat yang terdampak banjir di NTT dan NTB. Seluruh pihak harus bisa bekerja sama dengan baik membantu evakuasi korban di lapangan. Masyarakat terdampak juga harus diperhatikan secara maksimal.

Bencana alam angin kencang, banjir bandang, dan tanah longsor menerpa Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak Minggu (4/4/2021). Berdasarkan Peta Kejadian Bencana Alam Provinsi NTT milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), ada 10 kabupaten dan kota terdampak bencana ini. Berikut 10 wilayah terdampak bencana alam di NTT, berdasarkan data BNPB, Selasa (6/4/2021): 1. Kabupaten Sumba Barat Bencana banjir melanda Kabupaten Sumba Barat. Sebanyak 67 kepala keluarga (KK) atau 284 jiwa mengungsi. Sementara itu, 54 unit rumah terdampak banjir.

Masih Terbatas, Pemerintah Akan Datangkan Dokter dari Luar NTT-NTB untuk Bantu Korban Banjir 2. Kabupaten Sumba Timur Kabupaten Sumba Timur juga dilanda banjir, dan menyebabkan 1.803 KK atau 7.212 jiwa mesti mengungsi. Tidak tercatat korban jiwa atau warga yang dinyatakan hilang di kabupaten ini. 3. Kabupaten Ngada Terdapat 6 KK terdampak dan 1 orang korban luka akibat bencana angin kencang di Kabupaten Ngada. Data BNPB menunjukkan, 4 rumah mengalami rusak berat dan 2 rumah rusak sedang. 4. Kabupaten Flores Timur Banjir bandang dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Flores Timur. Berdasarkan data terakhir, 49 korban meninggal dunia, 22 orang dinyatakan luka-luka, dan 23 orang hilang serta 256 jiwa mesti mengungsi. Data BNPB juga menunjukan, 218 KK terdampak bencana tersebut.
Sementara, Korban Meninggal akibat Banjir NTT 81 Orang, 103 Hilang Adapun 82 rumah dinyatakan rusak berat, 34 rumah rusak ringan, dan 97 rumah warga terdampak. 5. Kabupaten Lembata Banjir bandang menyebabkan 16 korban meninggal dunia, 51 orang hilang, 98 luka-luka, dan 958 jiwa mengungsi di Kabupaten Lembata. Berdasarkan data BNPB, terdapat 224 rumah rusak berat, 15 rumah rusak sedang, dan 75 rumah rusak ringan. 6. Kabupaten Alor Bencana banjir juga melanda Kabupaten Alor dan menyebabkan 15 orang meninggal dan 24 orang dinyatakan hilang. Sementara itu, 25 orang dinyatakan luka-luka dan 127 rumah rusak. 7. Kabupaten Ende Satu orang dinyatakan meninggal dunia dan 30 rumah dinyatakan terdampak bencana banjir di Kabupaten Ende.
Jokowi Perintahkan Perbaikan Rumah Rusak akibat Banjir dan Longsor NTT-NTB Data BNPB tidak menunjukan adanya orang hilang dan rumah rusak ringan hingga berat di kabupaten ini. 8. Kota Kupang Cuaca ekstrem menyebabkan 1 orang meninggal dunia dan 743 KK atau 2.190 jiwa terdampak. Sebanyak 657 rumah terdampak cuaca ekstrem dan 10 rumah dinyatakan rusak sedang. 9. Kabupaten Rote Ndao Banjir dan angin kencang membuat 153 KK dan 672 jiwa mengungsi di Kabupaten Rote Ndao.
Tiba di Flores Timur, Kepala BNPB Akan Berupaya Maksimal Tangani Korban Banjir dan Longsor Berdasarkan data BNPB, sebanyak 12 rumah dinyatakan rusak berat akibat bencana tersebut. 10. Kabupaten Malaka Banjir juga melanda Kabupaten Malaka dan menyebabkan 2 orang meninggal dunia serta 1.154 rumah terdampak. Hingga kini, data BNPB tidak menyebutkan adanya korban hilang, atau kerusakan skala ringan, hingga berat pada rumah warga.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami