BTN ads
InternasionalTekno

Presiden Erdogan Ingin Hentikan Operasional Uber di Turki

(LEI)– Dalam acara makan malam Ramadan di Istanbul pada Jumat, 1 Juni 2018, Presiden Recep Tayyip Erdogan menyatakan ingin segera melarang operasional Uber di Turki. Presiden Turki tersebut menganggap bahwa layanan taksi lokal di Istanbul dianggap sudah cukup mengakomodasi kebutuhan pasar. Perintah larangan sudah direncanakan oleh Kementerian Dalam Negeri dan akan diimplementasikan oleh polisi lalu lintas.

Uber sebelumnya telah menuai protes dari pengemudi taksi lokal di Istanbul yang merasa tersaingi dalam aspek pendapatan dan kualitas layanan. Uber beroperasi di Turki dengan lisensi D-2 yang jauh lebih murah dibandingkan nomor polisi resmi untuk mobil taksi.

Pengemudi Uber hanya membayar biaya sebesar ₺3.550 (sekitar Rp10,6 juta) per tahun, sementara pengemudi taksi harus membeli nomor polisi khusus seharga ₺1,68 juta (sekitar Rp5 miliar). Menurut Erdogan, penyediaan layanan alternatif taksi dengan lisensi D-2 seharusnya dilarang oleh regulasi.

Pemerintah Turki akan mengadakan pertemuan dengan Uber pada hari Senin, 4 Juni 2018. Saat ini, pernyataan Erdogan belum resmi menjadi peraturan dan Uber masih beroperasi seperti biasa di Istanbul.

Sumber: Bloomberg

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Komentar Anda...

Related Articles

Close
Close