Olahraga

Presiden Inter Milan Ungkap ‘Harga’ Kapten Inter Milan

BTN iklan

JAKARTA, (LEI) – Inter Milan sebenarnya tidak pernah berkeinginan melepas Mauro Icardi. Namun klausul dalam kontraknya, membuat pemain asal Argentina berpeluang pindah musim depan.

Presiden Inter Milan, Erick Thohir mengatakan, klausul tersebut tidak berlaku untuk tim di luar Italia. Bagi klub yang berminat dengan Icardi, mahar yang dipatok tim berjuluk Nerrazzuri tersebut sebesar 110 juta euro atau senilai dengan Rp 1,7 triliun.

“Icardi punya kontrak pelepasan 110 juta euro. Jika ada tim yang tertarik, bisa menebusnya dengan berbicara kepada manajemen Inter Milan,” ujar Erick.

Untuk klub Italia yang berminat dengan Icardi, harus bernegosiasi dengan manajemen Inter Milan. Bisa saja, harganya melebihi dari nilai di klausul kontraknya.

Tingginya harga jual Icardi membuat klub-klub Italia pengincar Icardi dapat mengurungkan niatnya. Rumor menyebutkan, Juventus disebut-sebut ingin mendaratkan mantan bomber Sampdoria tersebut.

Inter tidak ingin kejadian transfer Gonzalo Higuain dari Napoli ke Juventus terulang. Pada 2016 lalu, Juventus mengaktifkan klausul 90 juta euro (Rp 1,4 triliun) untuk membeli Higuain.

Saat itu, klausus penjualan Higuain berlaku untuk semua tim, termasuk klub di Italia. Tidak ingin kecolongan seperti Napoli, Inter hanya mengaktifkan klausul penjualan Icardi kepada klub di luar Italia.

Setiap klub Italia yang ingin membeli Icardi harus merogoh kocek dalam-dalam. Tapi menurut Transfermarkt, pasaran Icardi malah berada di bawah klausul penjualannya, hanya mencapai 75 juta euro (Rp 1,2 triliun).

“Kalau di dalam Italia, (Icardi) tidak ada harganya. Bisa lebih mahal dari itu. Jika ada tim Seri A yang menginginkan, bisa 200 juta euro, 300 juta euro, bahkan 400 juta euro,” tutur Erick mengakhiri.

[Liputan6.com]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami