LiputanNasional

Presiden Joko Widodo Hadiri Kongres Persatuan Wartawan Indonesia 2018

BTN iklan

SOLO, (LEI) – Pada pembukaan Kongres Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang berlangsung pada Jumat (28/9/2018), jadi hari yang bersejarah. Pasalnya, untuk kali pertama Presiden Republik Indonesia hadir.

“Sejarah mencatat PWI lahir di Solo. dan ini kali pertama pula dalam sejarah pelaksanaanya, Kongres PWI dihadiri dan dibuka oleh presiden. Kalau HPN (Hari Pres Nasional), sudah biasa setiap tahunnya presiden hadir,” ujar Ketua Umum PWI Margiono dalam pidato pembukaannya.

Kedatangan Jokowi langsung disambut tepuk tangan oleh seluruh tamu yang hadir. Bahkan Jokowi sempat berkeliling ruangan untuk sekadar jabat tangan dan selfie bersama para hadirin.

Acara ini juga dihadiri oleh jajaran kabinet, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan lainnya.

Kongres ini bertempat di The Sunan Hotel, dihadiri sekitar 150 peserta dari 35 cabang PWI se-Indonesia (belum termasuk tamu undangan dan lainnya), bertema “Menegakkan Pers Kebangsaan yang Independen, Profesional, dan Berintegritas”.

“Wartawan itu Sahabat Saya”

Jokowi, dalam pidatonya mengatakan bahwa ke mana pun dirinya pergi pasti selalu dikawal oleh Paspampres dan para pejabat dari Istana Negara. Namun, ada kalangan dari luar Istana yang selalu mengikuti dirinya.

Presiden Joko Widodo berpidato dalam acara Pembukaan Kongres PWI, Jumat (28/9/2018)
Presiden Joko Widodo berpidato dalam acara Pembukaan Kongres PWI, Jumat (28/9/2018)

“Saya ingin mengatakan wartawan itu sahabat saya,” kata Jokowi. Sejak dirinya menjabat sebagai Walikota Solo, kemudian Gubernur DKI Jakarta, ke mana pun dirinya pergi selalu diikuti wartawan. Bahkan Jokowi mengaku sering mengajak makan siang atau makan malam bersama dengan wartawan.

Karena masukan dan kritik dari wartawan dapat menunjang kinerja pemerintahnnya. “Kalau ada hal yang saya ragu saya masuk ke ruang wartawan di istana. Saya bertanya terkait isu apa yang sedang terjadi,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Jokowi menyinggung banyaknya informasi palsu atau hoax yang bebas bersliweran melalui media sosial. Maka, Jokowi menilai pentingnya peran wartawan dalam menyajikan berita sesuai fakta kepada masyarakat.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close