BTN ads
FinansialLiputan

Presiden Jokowi Gaet 14 Investor Inggris

London-LEI, Hanya dalam waktu dua hari berkunjung di Kerajaan Inggris, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) berhasil mengaet 14 investor Inggris yang akan menanamkan modalnya di Indonesia.

Investasi pemodal Negeri Ratu Elisabeth itu mencapai 19 miliar dolar AS dalam berbagai bidang dan tersebar di beberapa daerah di Tanah Air.

Usai acara seminar yang digelar BKPM dan Kementerian Perdagangan yang dihadiri Presiden Jokowi dan dilanjutkan dengan “one to one meeting”, sebanyak 14 perusahaan Inggris itu pun langsung menandatangani nota kesepahaman atau “MoU” untuk ikut membangun di Indonesia.

Salah satu investor Inggris, Chairman & CEO SBS Grup, Michael J. Spencer kepada Antara London, Rabu mengakui acara Forum bisnis yang diadakan BKPM di London Mandarin Oriental Hotel adalah acara yang sangat profesional, terorganisasi mencapai hasil yang diinginkan.

Dalam acara forum bisnis, SBS salah satu 14 perusahaan yang ikut menandatangani kesepakatan untuk berinvestasi di bidang Pembangkit Listrik Tenaga Ombak (tidal stream power) di Lombok, Sumbawa dan Bali, tepatnya di selat Alas, selat Lombok, selat Badung dengan total investasi 1,902 miliar dolar AS rencana kapasitas 150 MW.

Menteri Thomas Lembong kepada Antara London, mengatakan jumlah investasi yang disepakati selama dua hari itu total mencapai 19 miliar dollar AS.

Hal ini tidak lepas dari dampak pidato Presiden Jokowi di Parlemen yang spektakuler dan di forum bisnis yang sangat pragmatis serta apa adanya.

Dikatakan hal ini berhasil memulihkan kepercayaan investor dan pelaku bisnis di Inggris yang ingin menanamkan modalnya di Indonesia. Tidak lah berlebihan bila pengusaha di Inggris langsung jatuh hati kepada Presiden Jokowi yang mengemari musik cadas asal Inggris.

Hal ini diakui pengusaha Inggris Michael J. Spencer, apa yang disampaikan Presiden Jokowi mempunyai dampak positif pada perusahaan Inggris yang tertarik berinvestasi di Indonesia.

Ia menuturkan bahwa suatu kehormatan bagi SBS menandatangani MoU dengan mitra Indonesia untuk pengembangan lebih lanjut konstruksi dan “commissioning” kekuatan energi laut skala komersial generasi pertama untuk Indonesia.

Ke-14 Pengusaha Inggris yang berinvestasi di Indonesia itu adalah Jardine Matheson dengan nilai 7,5 miliar dolar AS itu akam digunakan untuk perluasan investasi Jardine di sektor infrastruktur, otomotif, jasa finansial, retail, consumer dan properti dalam 5 tahun ke depan.

Pada jasa keuangan HSBC, Corporate Action Plan pengintegrasian HSBC ke dalam PT. Bank Ekonomi Raharja, Tbk telah dicatat dalam data pengawasan OJK untuk dilakukan pemantauan dengan investasi sebesar 1,2 miliar dolar AS.

Selain itu Unilever, untuk rencana perluasan investasi PT. Unilever Indonesia Tbk dalam lima tahun dengan nilai investasi 500 juta dolar AS.

British Petroleum (BP) yang saat ini BP Tangguh sedang dalam masa konstruksi Train tiga di proyek Tangguh, Teluk Bintuni, Papua Barat. Perizinan terkait proyek ini telah selesai dan saat ini BP sedang dalam tahap renegosiasi harga dengan PLN dengan investasi sebesar 8 miliar dolar AS.

NV Vogt UK Limited, Perusahaan Inggris ini akan ber Investasi IPP PLTS 6 MW senilai Rp105 miliar di Bau-Bau, Buton Selatan, Sulawesi Tenggara, sebelumnya sudah menandatangani MoU dengan PLN untuk tahap pertama.

Kali ini NV Vogt UK Limited melakukan penandatangan dengan PLN untuk mengembangkan pembangkit energi surya skala industri di seluruh Indonesia, terutama di pulau-pulau di mana listrik kurang dan tidak sepenuhnya terdistribusi.

Pembangkit Listrik Tenaga Surya akan melayani utilitas dan sektor lain di Indonesia dengan dasar instalasi hingga 150 MWp dalam tiga tahun ke depan, dengan nilai investasi terkait sekitar 200 juta dolar AS.

Perusahaan Inggris Nuovito, tertarik berinvestasi bidang pengelolaan dan pembuangan sampah berbahaya untuk menunjang sektor industri minyak dan gas. Penantangan komitmen investasi dalam jangka lima tahun dengan investasi sebesar 100 juta dolar AS.

Di bidang farmasi, GlaxoSmith Kline (GSK) melakukan perluasan investasi PT. Sterlings Products Indonesia dan PT. SmithKline Beecham Pharmaceuticals (GSK) untuk produk scott emulsion di Bandung, ventolin, panadol dan sensodyne di Jakarta Utara dengan investasi sebesar 13,1 juta dolar AS.

Sementara itu APRIL Group, melakukan MoU Kerja sama antara April Group dengan UK Roxcel Group untuk penjualan produk “pulp and paper” ke Inggris dengan investasi 12 juta dolar AS.

Di bidang telekomunikasi, LycaMobile dan Nuansa Group berencana berinvestasi bidang telekomunikasi (wireless telecommunication) dengan nilai investasi sebesar 200 juta dolar AS.

Investasi lainnya adalah Aggreko Energy Services Indonesia yang melakukan perluasan investasi sampai tahun 2018, termasuk konversi pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) ke PLTG (LNG) di Bintan dengan kapasitas 14,5 MW dengan jumlah investasi sebesar 35,5 juta dolar AS.

Selain itu, dilakukan penandatangan MoU antara British Chamber of Commerce dan Britcham Indonesia dengan KADIN. SBS International Limited melakukan MoU Pembangkit Listrik Tenaga Ombak dengan total investasi sebesar 1,902 miliar dolar AS. Sebelumnya di Downing Street dilakukan penandatangan Garuda-Rolls Royce, MoU Kerja sama Perawatan Mesin Pesawat Terbang dengan nilai investasi sebesar 1,2 miliar dolar AS.

Jumlah investasi yang disepakati selama dua hari itu total mencapai 19 miliar dolar AS, sedikit lebih rendah dari total nilai “business deals” pada saat Presiden RI ke Washington DC bulan Oktober 2015 adalah 20,25 miliar dolar AS.

Inggris merupakan salah satu sumber investasi dunia. Menurut data Financial Times, investasi dari Inggris ke seluruh dunia pada tahun 2015 mencapai 229 miliar dolar AS, dari jumlah tersebut yang mengalir ke Indonesia kurang dari satun persen.

Padahal, negara kerajaan itu banyak menanamkan modalnya ke AS, India dan Australia.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Franky Sibarani mengakui Inggris merupakan negara yang telah lama menjadi sumber investasi bagi Indonesia. Realisasi investasi dari Inggris tercatat 4,8 miliar dolar AS sejak 2010 dan menyerap 214 ribu tenaga kerja di Indonesia.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

12 Comments

  1. Regulasi tentang penanaman modal di Indonesia sudah diatur dalam UU no. 25 tahun 2007 tentang Penanaman Modal. Dimana tidak ada dikotomi antara PMA dan PMDN. Kebijakan Pemerintahan Presiden Jokowi menempatkan pembangunan ekonomi dalam poros utama, pembangunan infrastruktur dan pembangunan maritim untuk mengejar pertumbuhan ekonomi 6 % membutuhkan investasi asing dikarenakan terbatasnya APBN dan pendanaan dari sektor PMDN mau tidak mau membuat pemerintah melirik PMA dr MNC’s. Beberapa paket kebijakan yg telah dikeluarkan pemerintahan jelas menunjukkan motif yg sangat jelas dari pemerintah pro pembangunan ekonomi. Sesuai aturan normatif dalam UUPM telah mengatur perihal alih teknologi dan batasan penggunaan TKA. Pilihan kebijakan pemerintah tsb dipastikan akan terjadi benturan dengan ketidaksiapan norma2 normatif yg berlaku saat ini. Kebijakan politik pemerintah adalah suatu pilihan yg tentunya diharapkan telah ada harmonisasi antara kepentingan2 ekonomi dan hukum agar tidak malah menjadi suatu yg destruktif bagi tujuan kesejahteraan masyarakat indonesia.

  2. .Investasi Asing di Indonesia haruslah dibuatkan UU atau Perpres sebagai turunan dari UUD 45 pasal 33…yg mana mengatur bagaimana seharusnya Investor untuk berusaha di Indonesia, diwajibkan untuk membuat konsorsium dengan BUMN dan BUM swasta yang terkait, sehingga terjadi transfer of knowledge dan transfer of technology ….jangan terjadi penguasaan hampir 100 % asing seperti yang terjadi di freeport…utk kesiapan SDM, Indonesia sudah mempunyai cukup banyak tenaga yang mumpuni diberbagai bidang… salah satu investor Inggris yaitu SBS Group berinvestasi di Tidal Stream Power, atau Renewable Energy…yang sifatnya high risk dan high cost…sehingga khusus utk bidang ini, perusahaan Indonesia haruslah diikutkan dalam bentuk regulasi yang dilakukan sejak awal..

  3. Saya sangat menghargai usaha Presiden Jokowi untuk gencar ‘memasarkan’ Indonesia ke dunia luar sehingga dunia bisnis asing tertarik menanamkan modalnya untuk investasi di Indonesia.Dari sisi ekonomi kita sangat membutuhkan investasi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi kita. Selama ini pertumbuhan ekonomi disumbang cukup besar di sisi konsumsi. Konsumsi kita cukup besar sehingga pertumbuhan kita boleh dibilang cukup tinggi. Namun dalam kesulitan ekonomi dunia ini menyebabkan daya beli masyarakat Indonesia menurun. Kalau konsumsi menurun maka pertumbuhan dipastikan akan menurun. Apalagi Meno Ekonomi, Darmin Nasution, dalam ‘Indonesia Economi Outlook 2106’ menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia harus tembus di angka 7%. Walau banyak pengamat yang mengatakan bahwa angka ini sangat ambisius,namun Pak Darmin optimis dan harus mencapai angka tersebut. Pertumbuhan tsb diperlukan untuk menyerap tenaga kerja. Menurut Menko, pertumbuhan tersebut supaya angkatan tenaga kerja yg baru bisa terserap dan tidak terlempar ke sector informal.Hal ini juga untuk menciptakan kestabilan sosial dan politik jika angkatan tenaga kerja bisa terserap ke sector formal.Namun dari sisi hukum perlu kita lihat lebih lanjut lagi. Jika kita melihat pasal 33 UUD 1945 ayat (2) menyatakan, cabang-cabang produksi yang penting bagi Negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara. Sedangkan ayat (3) menyatakan bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.Dan juga menurut UU Investasi No.25 tahun 2007 Pasal 3 ayat 2 dimana disebutkan bahwa tujuan Investasi untuk :a. meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional; b. menciptakan lapangan kerja; c. meningkatkan pembangunan ekonomi berkelanjutan; d. meningkatkan kemampuan daya saing dunia usaha nasional; e. meningkatkan kapasitas dan kemampuan teknologi nasional; f. mendorong pengembangan ekonomi kerakyatan; g. mengolah ekonomi potensial menjadi kekuatan ekonomi riil dengan menggunakan dana yang berasal, baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri; dan h. meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
    Oleh karena itu menurut hemat saya apa yang dilakukan Pak Jokowi untuk manarik investasi adalah hal yang luar biasa dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Namun harus ada ‘rambu-rambu’ yang perlu dilakukan. Banyak pengamat menyatakan bahwa yang namanya Pasal 33 UUD tersebut menjadi salah satu pasal yang hingga kini tak kunjung terealisasi sejak Indonesia merdeka. Apalagi tujuan investasi menurut UU Investasi No.25 tahun 2007 Pasal 3 ayat 2 sebenarnya sangat sambung menyambung dengan Pasal 33 UUD 1945. Sebenarnya secara tujuan kita memiliki hal yang bisa dijadikan ‘rambu-rambu’ di keduan UU tersebut. Namun dalam pelaksanaannya dan peraturan pelaksanaan yang dibuat oleh pemerintah sepertinya jauh dari apa yang menjadi tujuan Pasal 33 UUD dan UU Investasi tsb.
    Secara praktis mungkin kita harus melihat apakah investasi asing tsb merupakan produk / jasa yang dikatakan menguasai hajat orang banyak ? Lalu bagaimana dengan meningkatkan daya saing dunia usaha nasional ? Meningkatkan kapasitas dan kemampuan teknologi nasional ? Pengembangan ekonomi kerakyatan ? Sebenarnya kalau pemerintah pusat dan pemerintah daerah lebih jeli dan kreatif maka investasi asing ini bisa mencapai tujuan nasionalnya.Misalnya Unilever yang menurut hemat saya bisa dikatakan banyak menguasai hajat hidup orang banyak. Bisa disiasati dengan mengadakan kerjasama investasi lokal dengan persentasi saham yang berimbang antara asing dan lokal. Jika saham berimbang otomatis alih teknologi bisa terlaksana dengan baik. Begitu pula dengan tenaga kerja. Harus diatur bagaimana penggunaan tenaga kerja asing. Pekerjaan macam apa saja. Bagaimana dengan tenaga kerja lokal. Jika komposisi saham lokal dan asing berimbang, otomatis penggunaan tenaga kerja asing dan lokal juga berimbang.Demikian juga dengan pengembangan ekonomi rakyat, bisa saja pemerintah pusat dan daerah membuat aturan Unilever harus menggunakan distributor lokal, agen lokal dan retail lokal yang tradisonal sehingga warung-warung kecil tradisional bisa hidup. Jadi tidak seperti sekarang dimana warung tradisional lokal banyak yang mati dengan adanya retail asing dan retail pemodal besar. Bisa saja hal ini berjalan beriringan jika pemerintah mau mengatur dengan memberika suatu aturan yang adil . Bukankah konsep keadilan menurut John Raws untuk masyarakat yang marginal harus diberikan ‘insentif’ dari pemerintah sehingga bisa menciptakan suatu keadilan.Dari sisi ekonomi pemerintah harus memberikan insentif untuk usaha ekonomi yang bersifat marginal ini sehingga bisa menciptakan kesejahteraan rakyat.Insentif tersebut bukan melulu masalah keuangan atau modal, namun bisa jadi aturan-aturan pelaksanaan yang bisa memberikan kemudahan bagi rakyat untuk usaha. Oleh karenanya perlu dibuatkan suatu ‘public policy’ dilevel operasionalnya sehingga bisa mencapai tujuan yang diinginkan di Pasal 33 UUD 1945 dan UU Investasi No.25 tahun 2007 Pasal 3 ayat 2.

    Agus Safaat,SE-Mahasiswa Magister Hukum UPN

  4. Menurut hemat kami bahwa Indonesia memang sangat perlu mendatangkan investor dari negara-negara Eropa terutama Negara Kerajaan Inggris untuk menggejot pertumbuhan ekonomi sebesar 6% dan merupakan langkah baik walaupun baru penandatanganan Nota Kesepahaman (MOU) utk ikut berinvestasi di Indonesia dalam acara yang diselenggarakan oleh BKPM di London Mandarin Oriental Hotel secara ekonomi memang tlh menunjukan grafik yang signifikan dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 214.000 tenaga kerja di Indonesia utk realisasi ibvestasi dari Inggris tercatat 4,8 miliar dolar AS sejak tahun 2010. Mudah2an hal ini segera terwujud utk investasi total sebesar 19 miliar dolar AS yang diharapkan bisa menyerap tenaga muda baru melebihi penyerapan tenaga kerja tahun2 sebelumnya sehingga bisa menjaga kestabilan politik, sosial dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dari sisi hukum melihat pasal 33 UUD 1945 yang peraturan pelaksanaannya diatur dlm UU Nomor : 25 tahun 2007 tentang “Penanaman Modal” benar-benar hrs dilaksanakan jgn sampai Penanaman Modal Asing menguasai saham 100% . Klw menginginkan kemajuan ekonomi dan mensejahtetakan rakyatnya pemerintah secara konskwen hrs melaksanakan Undang2 tersebut. Ini merupakan contoh yang benar Pemerintah Jokowi melakukan kerjasama pembangunan ekonomi dengan negara Eropa terutama Negara Kerajaan Inggris krn bentuk kerjasamanya tdk mendatangkan tenaga kerja asing (orang eropa) ke Indonesia akan tetapi mendatangkan dlm bentuk mata uang dolar AS. Mengkritisi Pemerintah Jokowi yang melakukan kerjasama dengan Tiongkok merugikan bangsa Indonesia karena dlm perjanjiannya memasukan puluhan ribu tenaga kerja asing Tiongkok msk ke Indonesia jelas ini mencridrai bangsa dan rakyatnya, hal ini Pemerintah hrs segera bertindak dan merobah kerjasamanya dikhawatirkan akan timbul kecemburuan sosial sehingga mengarah pada demonstrasi yang membahayakan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

  5. Samuel P.Y Tobe
    Terkait dengan kebijakan Presiden Jokowi yg mendatangkan investor dari kerajaan Inggris menurut pandangan saya sangat besar manfaatnya.selain terbukanya akses lapangan pekerjaan dan terserapnya tenaga kerja baru saya akan lebih melihat pd pentingnya investasi asing bagi pemberdayaan terhadap daerah tertinggal.di Indonesia tdk dapat di pungkiri bahwa pembangunan masih belum merata keseluruh pelosok daerah.banyak daerah yg masih belum mendapat fasilitas seperti listrik,akses jalan raya dan teknology,padahal di daerah tersebut banyak memiliki sumberdaya alam yg melimpah.dengan adanya investor asing yg nantinya masuk terutama yg berkaitan dengan pengelolaan sumberdaya alam (ex: pertambangan,perkebunan) yg biasanya melakukan operasi di daerah2 pelosok, maka akan ada kewajiban bgi perusahaan asing tersebut untuk mempekerjakan masyarakat di daerah sekitarnya, juga kewajiban untuk CST (Corporate Social Responsibility) sehingga baik ekonomi,pendidikan,akses terhadap berbagai fasilitas sep.jalan raya,listrik dan lain sebagainya dapat di nikmati oleh masyarakat di daerah sekitar.terimakasih

  6. Kebijakan Presiden Jokowi dalam membuka pintu yang seluas-luasnya bagi investasi asing dan memberikan kemudahan-kemudahan dalam perijinan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dirasa cukup agresif, bahkan ketentuan mengenai Tax Amnesty (pengampunan pajak) juga saat ini sedang digodok pemerintah agar Dana milik warga negara indonesia yang selama ini parkir diluar negeri pun ditawarkan untuk ditarik kembali ke tanah air semata-mata untuk membantu perekonomian nasional.

    Namun demikian, kalau kita amati dalam satu dekade ini penegakan hukum masih belum bisa memberikan jaminan kepastian hukum khususnya untuk pelaku ekonomi dan investor asing, beberapa contoh misalkan dalam lembaga kepailitan maupun arbitrase disamping kasus keperdataan umum lainnya masih dibayangi adanya mafia peradilan. Sedangkan para pelaku ekonomi dan investor sangat membutuhkan keamanan dan kepastian atas investasi yang ditanamkan. Contoh kasus adalah masalah proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi “Karaha Bodas” dimana Investor tidak mendapatkan perlindungan hukum pada saat proyek dihentikan pemerintah sedangkan investasi sudah berjalan sehingga berbuntut ke sidang Arbitrase internasional, kasus dipailitkannya perusahaan Asuransi asal Canada “Manulife”, kasus sengketa TPI dibatalkannya putusan Arbitrase oleh pengadilan negeri, masalah kebijakan reklamasi pantai dan banyak lagi kasus-kasus yang sejenis.

    Oleh karenanya pembangunan ekonomi yang sedang digalakkan oleh rezim Jokowi sekarang ini mustinya diimbangi dengan pembangunan/pembentukan dan penegakan hukum supaya dapat mengawal ekonomi nasional kearah yang sehat, misal, dengan meninjau kembali peraturan perundang-undangan yang sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan ekonomi dunia. Sehingga pelaku ekonomi tidak ragu lagi menanamkan modalnya di negeri ini.

    Pengaruh pembentukan hukum dan penegakan hukum selalu berbeda dari satu rezim dengan rezim pemerintahan lainnya, di era Jokowi ini kita sudah melihat juga tindakan nyata yang sudah dilakukan namun masih tetap memerlukan perhatian yang serius dari pemerintah dan masyarakat dengan kesadaran hukumnya.
    Namun demikian peranan pembentukan dan penegakkan hukum tidak bisa dikesampingkan dalam mengawal pembangunan ekonomi nasional.

    Moh. Bambang Firdaus (Mhs. Prog. Magister Hukum UPN V Jakarta).

  7. Saya sangat setuju apa yang telah dilaksanakan oleh bpk Presiden RI Joko Widodo. Berhasil menggaet 14 Investor dr inggris yang akan menanamkan modalnya di Indonesia. Untuk pembangunan ekonomi berkelanjutan demi terciptanya kesejahteraan masyarakat dimana pelaksanaannya harus sesuai dengan instrumen hukum di Indonesia dan UU no 25 tahun 2007 ttg Penanaman Modal dan peraturan pelaksanaannya. Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi
    segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan
    kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia
    yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah
    kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar negara Indonesia,
    yang terbentuk dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat
    dengan berdasar kepada : Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab,
    Persatuan Indonesia, dan Kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam
    Permusyawaratan/Perwakilan, serta dengan Mewujudkan suatu Keadilan Sosial bagi Seluruh
    Rakyat Indonesia.

  8. Kalau dilihat dari sisi prestasi Jokowi menggaet 14 investor Inggris, setelah kunjungannya ke kerajaan Inggris, Respect utk pak Jokowi.

    Tapi ada yg mengganjal dihati saya, yaitu energi baru dan terbarukan yg akan muncul di negara kita, yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Ombak (tidal stream Power). Pada artikel diatas tdk disebutkan, apakah ada negara sebelumnya yg sdh menjalankan ini? Dan bagaimana Dampak Lingkungannya?

    Rasanya kita terlalu cepat terbang dengan technologi. Apakah dan bagaimana pembangkit Listrik tenaga yg sdh ada di Indonesia sdh berkembang? Kemana dan dimana posisinya?

    Pembangkit Listrik Tenaga Ombak (tidal power stream) ini seperti handphone seri dan model terbaru yg baru launching. Kebiasaan kita buru-buru ingin memilikinya. Tapi setelah punya, kita ga bisa pakai feature-feature yang dijual pada Handphone itu. Hanya karena utk gaya saja.

    Bagaimana dengan design dan konstruksinya? Apakah cocok dengan alam, dan lingkungannya?
    Jangan sampai kita menjadi kelinci percobaan yang sangat berdampak pada lingkungan kita yang investor tidak bisa mempertanggungjawabkannya.

    Belajar dari Kereta Cepat Jakarta -Bandung dan project Reklamasi di pantai utara Jakarta. Sepertinya semua ingin cepat dan mengenyampingkan hal-hal yg principle. Political will yang mengenyampingkan Regulation yang ada.

    Dari sisi Investor, jangan sampai seperti Freeport. Sudah blur status hak rakyat negara kita dengan MoU internal pemerintah. Berapa banyak daerah-daerah strategis negara kita yang dikuasai oleh investor Asing, dan bagaimana kedudukan dan status investor-investor tersebut?

    Agus Budiman, Dipl.-Ing. Mahasiswa UPN VJ.

  9. Menanggapi tulisan yang dimuat oleh London- LEI, tanggal 27 April 2016, berjudul “Presiden Jokowi Gaet 14 Investor Inggris”. Menurut Saya hasil yang diperoleh Presiden RI Joko Widodo berkunjung ke kerajaan Inggris diatas patut diberi apresiasi, karena apa yang dilakukan Presiden Joko Widodo merupakan perwujudan dari UU RI NOMOR 25 TAHUN 2007 TENTANG PENANAMAN MODAL, dimana UU tersebut mengamanahkan bahwa guna mempercepat pembangunan ekonomi nasional dan mewujudkan kedaulatan politik dan ekonomi Indonesia diperlukan peningkatan penanaman modal untuk mengolah potensi ekonomi menjadi kekuatan ekonomi riil dengan menggunakan modal yang berasal, baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri, hal ini perlu dilakukan dalam rangka menghadapi perubahan perekonomian global dan keikutsertaan Indonesia dalam berbagai kerja sama internasional untuk itu perlu diciptakan iklim penanaman modal yang kondusif, promotif, memberikan kepastian hukum, keadilan, dan efisien dengan tetap memperhatikan kepentingan ekonomi nasional, dengan tujuan mewujudkan masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 yang menekankan perlu dilaksanakan pembangunan ekonomi nasional yang berkelanjutan dengan berlandaskan demokrasi ekonomi untuk tujuan bernegara.

    Harapan kita dengan hadirnya 14 investor Inggris yang akan menanamkan modalnya pada daerah-daerah terpencil sehingga dapat : (a) meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional, (b). menciptakan lapangan kerja, (c). meningkatkan pembangunan ekonomi berkelanjutan, (d). meningkatkan kemampuan daya saing dunia usaha nasional, (e). meningkatkan kapasitas dan kemampuan teknologi nasional, (f). mendorong pengembangan ekonomi kerakyatan, (g). mengolah ekonomi potensial menjadi kekuatan ekonomi riil dengan menggunakan dana yang berasal, baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri; dan (h) meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    Dan hal penting yang harus diketahui dan dilaksanakan oleh Para Investor dari Inggris tersebut, yaitu : (1).Perusahaan penanaman modal dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja harus mengutamakan tenaga kerja warga negara Indonesia, (2). Perusahaan penanaman modal berhak menggunakan tenaga ahli warga negara asing untuk jabatan dan keahlian tertentu sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, (3) Perusahaan penanaman modal wajib meningkatkan kompetensi tenaga kerja warga negara Indonesia melalui pelatihan kerja sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, dan (4). Perusahaan penanaman modal yang mempekerjakan tenaga kerja asing diwajibkan menyelenggarakan pelatihan dan melakukan alih teknologi kepada tenaga kerja warga negara Indonesia sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Hal ini sesuai dengan Pasal 10 UU RI NOMOR 25 TAHUN 2007 TENTANG PENANAMAN MODAL.

    Berdasarkan hal-hal tersebut diatas diharapkan proses pembangunan melalui penanaman modal dapat menjamin kesejahteraan dan kemajuan dalam segala aspek kehidupan, baik untuk masa kini maupun yang akan datang, dan dapat membuka kesempatan bagi perkembangan dan memberikan perlindungan kepada usaha mikro, kecil, menengah, dan koperasi.

    HAMBALI/ Mahasiswa S2 Magister Hukum UPN “VJ”

  10. BAPAK DAN IBU SAYA SDH MEMBACA SECARA SEKSAMA ATAS KOMENTAR BAPAK DAN IBU BERAGAM YG KONTRA DAN PRO TAPI SEMUA ADA REASON nya baik masih ditunggu teman teman yg lain….

  11. KABAR BAIK

    Saya telah berpikir bahwa semua perusahaan pinjaman online curang sampai saya bertemu dengan perusahaan pinjaman Suzan yang meminjamkan uang tanpa membayar lebih dulu.

    Nama saya Zara, saya ingin menggunakan media ini untuk memperingatkan orang-orang yang mencari pinjaman internet di Asia dan di seluruh dunia untuk berhati-hati, karena mereka menipu dan meminjamkan pinjaman palsu di internet.

    Saya ingin membagikan kesaksian saya tentang bagaimana seorang teman membawa saya ke pemberi pinjaman asli, setelah itu saya scammed oleh beberapa kreditor di internet. Saya hampir kehilangan harapan sampai saya bertemu kreditur terpercaya ini bernama perusahaan Suzaninvestment. Perusahaan suzan meminjamkan pinjaman tanpa jaminan sebesar 400 juta rupiah (Rp400.000.000) dalam waktu kurang dari 48 jam tanpa tekanan.

    Saya sangat terkejut dan senang menerima pinjaman saya. Saya berjanji bahwa saya akan berbagi kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi jika Anda memerlukan pinjaman, hubungi mereka melalui email: ([email protected]) Anda tidak akan kecewa mendapatkan pinjaman jika memenuhi persyaratan.

    Anda juga bisa menghubungi saya: ([email protected]) jika Anda memerlukan bantuan atau informasi lebih lanjut

  12. saudara-saudara

    Saya di sini untuk bersaksi tentang kebaikan Allah dalam hidup saya dan bagaimana saya diselamatkan dari tekanan finansial karena bisnis saya sedang menurun dan keluarga saya dalam keadaan asulit sehingga kami bahkan tidak dapat membayar uang sekolah untuk anak-anak, karena kepahitan mengambil alih hatiku
    Suami saya juga menggagalkan karena kami menjalankan bisnis keluarga di (Surabaya, Jawa Timur) dimana kami jadi bingung suami saya mencoba untuk mendapatkana pinjaman dari bank dia menolak pinjaman jadi dia online mencari pinjaman karenaa dia ditipu oleh sone imposters online yang menjanjikan kepadanya pinjaman dan mengatakan harus membayar biaya untuk mendapatkan pinjaman sehingga husbank saya meminjam uang dari teman-temannya untuk membayar biaya maka meareka meminta biaya lagi dengan beberapa alasan dia harus pergi dan meminjam dari saudaranya di (Bekasi) untuk memastikan dia mendapatkan pinjaman setidaknya untuk memabi/aayai kebutuhan keluarga dan setelah dia membuat biaya, dia diminta untuk membayar lagi dengan alasan tertentu, hal ini membuat keluarga kelaparan meningkat sehingga kami harus mengumpulkan makanan dari tetangga dekat kami. dan selama berbulan-bulan kami menderita dan bisnis ditutup untuk sementara waktu
    Jadi satu sore yang setia sekitar pukul 14:00 tetangga dekat ini menelepon saya dan mengatakan bahwa dia akan mendapatkan pinjaman dari perusahaan pinjaman secara online sehingga jika dia mendapatkan pinjaman, dia akan mengenalkan saya ke perusahaan tersebut sehingga kami pergi ke ATM bersama-sama dan Memeriksa pinjaman itu tidak ada sehingga kami menunggu sekitar 30 menit kemudian kami mendapat peringatan di teleponnya dari banknya bahwa dia telah menerima monney di akunnya sehingga kami memeriksa saldo rekeningnya dan lihatlah 300 juta kepadanya sebagai pinjaman
    Segera saya berteriak di depan umum sambil menangis dan pada saat itu yang bisa saya pikirkan adalah jika saya dengan jumlah seperti itu, masalah saya berakhir, jadi kami pulang ke rumah saya tidak memberi tahu suami saya, dari 1 juta dia memberi saya saya membeli beberapa bahan makanan di rumah dan berlangganan dan tetangga saya dan saya meminta pinjaman kepada perusahaan karena dia memberi saya pedoman sehingga kami mengikuti prosesnya karena prosesnya sama sehingga setelah semua prosesnya, rekan-rekan saya diberi pinjaman oleh saya
    ONE BILLION RISING FUND ([email protected])
    BBM: D8E814FC

    Anda juga bisa mendaftar sekarang dan menyelesaikan masalah keuangan Anda
    Saya berbagi cerita ini karena saya tahu bahwa begitu banyak orang di luar sana memerlukan bantuan keuangan dan perusahaan akan membantu Anda
    Gmail saya adalah

    Ratu Efendi Lisa
    [email protected]

Komentar Anda...

Related Articles

Close
Close