Internasional

Presiden Mesir Tekankan Perlunya Memelihara Status Jerusalem

BTN iklan

Kairo, Mesir, lei – Presiden Mesir Abdel Fattah As-Sisi pada Senin (11/12), dalam pertemuan dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas di Ibu Kota Mesir, Kairo, menekankan pendirian tegas negerinya mengenai perlunya memelihara status hukum dan sejarah Jerusalem.

Kedua pemimpin tersebut mengadakan pertemuan dan membahas perkembangan baru-baru ini setelah pengakuan AS atas Jerusalem sebagai Ibu Kota Israel, kata Juru Bicara Presiden Mesir Bassam Rady di dalam satu pernyataan.

Presiden As-Sisi menekankan dukungan Mesir bagi berdirinya Negara Palestina Merdeka dengan Jerusalem Timur sebagai Ibu Kotanya, kata Rady, sebagaimana dilaporkan Xinhua –yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa malam.

Sementara itu, Presiden Abbas mengatakan keputusan AS tersebut mengejutkan pada saat Pemerintah Otonomi Palestina memperlihatkan keluwesan dan kesediaan untuk mencapai penyelesaian dengan dasar penyelesian dua-negara dan pengakuan Jerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina sejalan dengan perbatasan pra-1967.

Kedua pihak menanggulangi reaksi berbahaya mengenai keputusan AS tentang status Jerusalem dan proses perdamaian Timur Tengah, kata juru bicara itu.

Kedua pemimpin tersebut sepakat untuk melanjutkan konsultasi serta mengeksploitasi momentum internasional saat ini, yang menentang keputusan AS tersebut.

Presiden AS Donald Trump pada Rabu (6/12) mengumumkan ia mengakui Jerusalem sebagai Ibu Kota Israel dan memutuskan untuk memindahkan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Jerusalem.

Pengumuman Trump menerima penentangan dan kecaman luas dari negara Arab dan Muslim.

Jerusalem berada di inti sengketa Palestina-Israel.

Meskipun Israel merebut Jerusalem Timur dari Jordania dalam Perang 1967 dan mengumumkan seluruh kota tersebut sebagai ibu kotanya yang tak terpisahkan dan abadi pada 1980, tindakan itu tak diakui oleh masyarakat internasional.

Rakyat Palestina berkeras bahwa mereka mesti mendirikan Negara Merdeka dengan Jerusalem Timur sebagai Ibu Kotanya dalam penyelesaian akhir.

Berdasarkan kesepakatan perdamaian Palestina-Isrel, status Jerusalem mesti diputuskan melalui pembicaraan status-akhir antara Israel dan Palestina. (Antara/Xinhua-OANA)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close