Tekno

Presiden Sekarang Secara Langsung Bawahi Badan Siber dan Sandi Negara, Seberapa Penting Sih?

BTN iklan

JAKARTA, (LEI) – “Ini ada sebuah badan yang sangat penting, yang ke depan diperlukan oleh negara,” kata Jokowi. Ya! Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) yang sebelumnya ada di bawah Menkopolhukam secara kelembagaan, kini menjadi lembaga yang secara langsung di bawah Presiden.

BSSN oleh pemerintah tidak semata untuk memberantas berita-berita bohong alias hoax. Badan siber memiliki tugas utama menghadapi cyber war, perang digital di dunia maya.

“Perang yang terjadi saat ini bukan lagi perang fisik. Tapi perang informasi dan data,” kata Menkopolhukam Wiranto.

Dunia semakin lama semakin ketergantungan dengan internet, dan semuanya saling berkaitan. Bak pedang bermata dua, internet bisa digunakan untuk menyebar kebaikan dan melancarkan kejahatan, dari skala kecil hingga setara dengan bencana. Perubahan kelembagaan BSSN ini tidak lain adalah untuk mengantisipasi akses aktivitas yang berkaitan dengan dunia internet.

“Dalam mengantisipasi penggunaan siber yang sangat cepat sekali,” kata Jokowi.

Sebagaimana ditulis Sekretariat Kabinet di situsnya, Jokowi telah meneken Peraturan Presiden Nomor 133 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 53 Tahun 2017 tentang Badan Siber dan Sandi Negara, pada 16 Desember 2017 lalu dan diundangkan oleh Menteri Hukum dan HAM pada tanggal yang sama.

BSSN dipimpin oleh seorang Kepala yang bertanggung jawab secara langsung kepada Presiden. Selain itu, dalam perubahan ini organisasi BSSN terdapat jabatan baru Wakil Kepala yang merupakan unsur pimpinan, dan mempunyai tugas membantu Kepala. Dalam Perpres ini ditegaskan, Kepala BSSN diberikan hak keuangan dan fasilitas setingkat menteri.

Negara Sebesar Amerika Serikat pun Punya

Badan siber nasional milik AS, Cyber Threat Intelligence Integration Center, akan menindak dan mencegah ancaman cyber seperti tindak peretasan dan serangan virtual. Lembaga ini bahkan beroperasi seperti National Terrorism Center, yang dibentuk menyusul terjadinya serangan teroris pada 2001 silam.

Dengan adanya badan baru ini, pemerintah Amerika Serikat bisa mengumpulkan dan berbagi informasi terkait ancaman cyber bersama-sama dengan badan pemerintah lainnya seperti FBI, CIA, dan NSA.

“Ancaman cyber terhadap keamanan dan perekonomian nasional ini sudah meningkat baik dalam jumlah, frekuensi, dan dampak serangannya,” ujar Lisa Monaco, juru bicara kepresidenan Amerika Serikat.

Jika lembaga ini mendeteksi adanya ancaman cyber, maka dengan segera akan dilaporkan kepada pihak terkait. “Kami tidak akan menutup informasi. Jika kami mendapat informasi adanya ancaman, kami akan melaporkannya,” tambah Lisa Monaco.

Dengan ditingkatkannya status BSSN, berarti Presiden Jokowi sangat serius dan memprioritaskan masalah dunia siber. Era ke depan adalah era digital yang niscaya, baik perdagangan dan semua lini persendian kehidupan bertumpu pada internet.

Artinya Presiden Jokowi harus mempersiapkan infrastruktur saat ini dan ke depan.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami