InternasionalLiputan

Presiden Venezuela Tuduh Pemerintah AS Lakukan Sabotase Listrik

BTN iklan

CARACAS, (LEI) – Caracas dan kota-kota lain di Venezuela gelap gulita sejak Kamis malam waktu setempat setelah terjadi pemadaman listrik besar-besaran. Pemerintah Presiden Nicolas Maduro menuduh Amerika Serikat (AS) melakukan sabotase dan mengobarkan “perang listrik” terhadap negara Amerika Latin tersebut.

Ribuan penumpang di Caracas terpaksa pulang dengan jalan kaki pada hari Kamis karena pemadaman listrik melumpuhkan kereta bawah tanah di Ibu Kota Venezuela tersebut. Kondisi itu juga mengakibatkan kemacetan lalu lintas yang parah. Lampu-lampu padam di bandara terbesar di Caracas.

Para warga melalui media sosial menggambarkan gangguan di sebagian besar wilayah Venezuela. Mereka mengeluh karena tidak jelas berapa lama pemadaman listrik besar-besaran tersebut akan berlangsung.

Wakil Presiden Delcy Rodriguez melalui Twitter mengatakan pemerintah terpaksa membatalkan proses belajar mengajar di sekolah dan menunda hari kerja pada hari Jumat karena keadaan darurat.

Presiden Maduro sendiri mengatakan bahwa pemadaman listrik adalah hasil dari “perang listrik” yang dilakukan oleh “imperialisme AS”.

Media lokal, seperti dikutip Russia Today, Sabtu (9/3/2019), mengatakan pemadaman listrik besar-besaran disebabkan oleh sabotase yang disengaja di pembangkit listrik tenaga air Guri. Pembangkit listrik itu memasok listrik untuk sebagian besar wilayah negara.

Menteri Energi Listrik Venezuela, Luis Motta Dominguez, mengatakan pelaku sabotase diduga terkait dengan oposisi yang didukung AS.

Menteri itu menunjukkan bahwa Senator AS Marco Rubio, yang memimpin kampanye sengit untuk menggulingkan Maduro, telah menulis di Twitter tentang pemadaman listrik hanya beberapa menit setelah keadaan darurat terjadi.

Marco Rubio melalui akun Twitter-nya @marcorubio, menulis; “Laporan pemadaman listrik total di seluruh Venezuela saat ini. 18 dari 23 negara bagian dan ibu kota distrik saat ini menghadapi pemadaman total,” tulis dia.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Michael Pompeo mengatakan pemerintah Maduro yang harus disalahkan atas krisis listrik di Venezuela.”Kebijakan Maduro tidak membawa apa pun selain kegelapan,” kata Pompeo.

Seperti diketahui, AS secara terbuka mendukung pemimpin oposisi Venezuela, Juan Guaido, yang memproklamirkan dirinya sebagai presiden sementara pada Januari lalu menyusul protes anti dan pro-pemerintah. Guaido mengklaim didukung oleh sebagian besar negara Amerika Latin dan juga banyak negara Uni Eropa.

Sedangkan Rusia, China, Turki, dan Iran berpihak pada Presiden Maduro, yang terpilih kembali pada pemilu tahun 2018. Maduro memperingatkan Washington dan sekutunya untuk tidak campur tangan dalam urusan internal Venezuela. Presiden AS Donald Trump telah memperingatkan bahwa semua opsi tetap di atas meja, termasuk intervensi militer, untuk mengatasi krisis politik Venezuela. [Sindo/RussianToday]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close