BTN iklan
InternasionalTekno

Preview Shadow of the Tomb Raider: Melawan Akhir Dunia!

(LEI)-Lara Croft kembali. Dengan kesuksesan dua seri reboot sebelumnya – Tomb Raider dan The Rise of the Tomb Raider, ini bukanlah sesuatu yang mengejutkan. Yang mengejutkan justru datang dari keputusan Square Enix untuk melimpahkan tanggung jawab proses pengembangannya ke Eidos Montreal, dev. yang selama ini dikenal sebagai otak di balik seri Deus Ex. Keputusan ini rasional mengingat sang developer dua seri sebelumnya – Crystal Dynamics, saat ini tengah sibuk mengerjakan proyek game Avengers bersama Marvel yang sayangnya, masih misterius hingga saat ini. Setelah sempat memicu sedikit rasa pesimis di awal, terutama karena wajah Lara yang dikritik oleh komunitas dunia maya terlihat berbeda, kesempatan untuk menjajal secara langsung sang seri terbaru – Shadow of the Tomb Raider akhirnya hadir. Pertanyaannya kini, apa yang berbeda?

Kekhawatiran soal kualitas visualisasi yang lebih buruk dibandingkan Rise of the Tomb Raider bisa Anda kesampingkan ketika menjajal game ini untuk pertama kalinya. Walaupun tidak terlihat secara signifkan berbeda dari Rise, namun Anda bisa melihat beberapa efek yang terlihat lebih memukau, terutama dari sisi lighting, setidaknya dari versi Playstation 4 Pro yang kami jajal. Pencahayaan kini terasa lebih tepat dan dramatis, terutama pada saat Anda menyelusuri reruntuhan kuno dengan beragam mekanik klasiknya. Keputusan lebih rasional soal reward juga disuntikkan dengan tidak lagi menempatkan persenjataan modern misalnya, sebagai reward dari mejarah makam-makam kuno suku Inca yang ada. Penjelajahan makam kini akan memberikan Anda ekstra buff yang memperkuat aspek tertentu, dari navigasi hingga pertempuran itu sendiri.

Tentu saja Eidos Montreal menyuntikkan beberapa hal yang baru dan berbeda di Shadow of the Tomb Raider ini. Alih-alih linear, sekarang Anda disuguhkan sebuah hub terpisah untuk setiap bagian cerita yang berisikan tidak hanya item-item yang bisa Anda kumpulkan saja, tetapi juga beragam side mission dengan reward yang menarik. Di kota yang sama, Anda juga bisa membeli beragam keperluan yang ada lewat merchant yang menawarkan dari material hingga senjata. Salah satu yang kami sukai adalah tantangan di dalam makam-makam baru yang kini didesain jauh lebih luas, spektakuler, beragam, dan menantang. Tidak harus selalu soal memutar otak, salah satu Tomb yang ada ini bahkan lebih difokuskan untuk menguji kemampuan mekanikal dan kesabaran Anda, menjadikan timing sebagai elemen yang paling penting. Berganti pakaian kini juga bisa mempengaruhi status dan kekuatan Lara, di luar sistem upgrade dan skill yang sepertinya tidak akan asing lagi.

Namun ada satu hal yang aneh dengan seri Shadow of the Tomb Raider ini. Ia terasa tidak “bersih” untuk alasan tertentu. Bersih bukan dalam pengertian desain kostum dan sebagainya, tetapi lebih ke pengalaman bermain secara keseluruhan. Anda masih menemukan beberapa glitch yang tentu saja membuat rasa imersif berkurang, seperti dinding yang baru saja Anda runtuhkan tiba-tiba kembali ke wujud semulanya selama 1 detik dan baru runtuh setelahnya. Atau sekedar dari sensasi berat dan animasi lompat milik Lara yang terkadang di kontroler terasa seperti ia tengah membawa sebuah beban yang lebih berat. Ada sensasi yang tidak natural di sini. Desain misi sampingan yang disuntikkan juga tidak bisa dibilang istimewa.

Kami sebenarnya sudah menyelesaikan Shadow of the Tomb Raider ini mengingat review code yang sudah kami dapatkan lebih cepat beberapa hari sebelum tanggal rilis. Namun sayang rasanya untuk tidak memperlihatkan kepada Anda lewat segudang screenshot fresh from oven di bawah ini untuk memperlihatkan daya tarik dan detail visual seperti apa yang ia suntikkan. Dengan Photo Mode yang memungkinkan Anda untuk menyuntikkan ekspresi wajah untuk Lara, Anda juga bisa meracik potongan gambar unik, lucu, dan gila dengannya. Kami sendiri berencana untuk merilis artikel review kami esok hari untuk memberikan perspektif yang lebih jelas soal apa yang ditawarkan Eidos Montreal di seri yang seringkali diklaim sebagai seri “terakhir” ini. (jagatreview)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Komentar Anda...

Related Articles

Close
Close