Ekonomi

Produsen Garam Mulai Kurangi Produksi

BTN iklan

Pati, 29/1 (Antara) – Produsen garam konsumsi di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mulai mengurangi tingkat produksinya, karena daya beli masyarakat yang mulai menurun.

Menurut pemilik UD Talenta Raya Pati Agus Sujadi di Pati, Senin, pasokan bahan baku garam lokal saat ini memang tersedia, meskipun saat ini sedang memasuki musim hujan sehingga aktivitas produksi garam juga terhenti.

Hanya saja, lanjut dia, harga bahan baku untuk membuat garam konsumsi, justru tidak naik karena harganya berkisar Rp2.300 hingga Rp2.700 per kilogramnya.

Harga jual tersebut, lanjut dia, justru lebih murah, dibandingkan saat musim kemarau lalu.

Ia menduga, hal itu disebabkan karena daya beli masyarakat yang rendah, sehingga berdampak pada penyerapan garam hasil produksi petani garam tidak maksimal.

Sebelumnya, dia mengaku, dalam sebulan bisa menghabiskan bahan baku garam sebanyak 50 ton, kini turun hingga 25 persen.

Hal itu, lanjut dia, untuk disesuaikan dengan permintaan masyarakat yang cenderung menurun.

Saat ini, lanjut dia, banyak pedagang yang tidak lagi menyimpan stok dalam jumlah besar, karena daya beli masyarakat yang menurun.

Apalagi, kata dia, harga jual garam saat juga berfluktuasi, karena banyaknya pelaku usaha yang ikut memproduksi garam konsumsi, sehingga harga jual juga bersaing.

Mayoritas pelanggannya, kata dia, justru meminta harga jual garam konsumsinya diturunkan.

Terkait garam impor, kata dia, saat ini belum dibutuhkan, karena stok garam lokal masih tersedia cukup.

Garam yang tersedia di sejumlah gudang pengepul, diperkirakan bisa memenuhi kebutuhan produksi garam konsumsi di Kecamatan Juwana hingga dua bulan mendatang.

Petani garam, Sokib mengakui, harga jual garam di tingkat petani memang masih stabil dengan harga tinggi karena mencapai Rp2.200 hingga Rp2.400 per kilogram.

Harga jual garam tersebut, lanjut dia, termasuk ada penurunan, dibandingkan sebelumnya.

Meskipun demikian, dia masih bersyukur, harga jual masih tinggi, karena sebelumnya hanya laku berkisar Rp300 per kilogramnya.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

5 Komentar

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami