Nasional

Program Padat Karya Tunai Bisa Tingkatkan Daya Beli

BTN iklan

Ambon, LEI – Presiden Joko Widodo berharap program padat karya yang digulirkan pemerintah bisa meningkatkan daya beli masyarakat pedesaan.

“Kita ingin padat karya ini bisa mendistribusi anggaran langsung ke desa dengan tingkat konsumsi atau daya beli masyarakat semakin naik,” kata Presiden Joko Widodo saat sedang membangun irigasi dan jalan produksi persawahan di Desa Waimital, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Rabu.

Program kerja sama di Desa Waimital adalah pembangunan irigasi yang merupakan program dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Proyek ini mampu menghasilkan lapangan kerja dengan menyerap sekitar 120 warga lokal.

Menurut Presiden, dengan cara yang sangat produktif ini, pemerintah ingin dilakukan perbaikan jalan-jalan produksi dari sawah ke sawah dan irigasi di sawah.

“Banyak program.” Ucap Presiden.

Program padat karya tunai yang ditinjau Presiden Bersama Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Gubernur Maluku Said Assagaff adalah pembangunan jalan produksi sepanjang 1.095 meter, dengan nilai Rp600 juta dan berlangsung selama tiga bulan.

Selain itu juga pembangunan irigasi kecil sepanjang 3,6 kilometer dengan nilai Rp1,35 miliar dan dikerjakan selama 50 hari.

Pada paginya, Presiden juga menyusun proyek pembangunan yang dilakukan oleh program padat karya di Kampung Oihu, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau.

Di Kampung ini, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melakukan pembangunan jalan dan penerangan jalan serta drainase dengan melibatkan warga 160 warga lokal.

Dalam kunjungan kerja di Maluku ini, Presiden juga menyusun proyek padat karya normal di sungai yang sama dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.

Dalam proyek ini, sebanyak 150 warga dilibatkan dalam proyek normalisasi sungai ini.

Presiden Joko Widodo menyebut program padat karya ini akan terus berlanjut agar bisa membuka lapangan kerja dan perputaran uang di pedesaan semakin meningkat.

“Yang melakukan ini tidak hanya Kementerian PU dan Desa, yang lain juga sama. Kementerian BUMN juga,” katanya. Budi Suyanto

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami