Nasional

PROJO: Salah Alamat Melaporkan Jokowi ke Ombudsman

BTN iklan

Jakarta, LEI – Pro Jokowi (PROJO) menilai rencana Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) melaporkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Ombudsman Republik Indonesia (ORI) adalah salah alamat.

Ketua Umum PROJO, Budi Arie Setiadi di Jakarta, Minggu (4/3/2018, mengatakan, rencana melaporkan Jokowi karena menggelar pertemuan dengan pengurus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Istana Negara pada pekan lalu, salah alamat karena hampir semua pimpinan partai politik (parpol) pernah bertemu presiden di Istana Negara.

“Loh, hampir semua pemimpin Parpol di republik ini pernah bertemu Presiden Jokowi di Istana Negara,” kata Budi dalam keterangan tertulis.

Selain itu, lanjut Budi, Ombudsman merupakan lembaga untuk menampung semua pengaduan masyarakat yang berkaitan dengan pelayanan publik oleh negara. Sementara Istana Negara bukanlah domain pelayanan publik karena istana tidak mengadakan pelayanan publik harian.

“Istana Negara merupakan tempat bagi presiden menjalankan berbagai aktivitas, baik itu protokoler kenegaraan, termasuk menerima tamu yang bersifat resmi ataupun informal. Selain itu, penggunaan fasilitas negara seperti istana bagi kepentingan presiden untuk urusan resmi ataupun pribadi bukanlah domain aduan yang menjadi kewenangan Ombudsman,” ujar Budi.

Sedangkan apakah ada dugaan pelanggaran administrasi karena Jokowi membahas soal politik dengan partai pendukungnya di Istana Negara, lanjut Budi, presiden pernah melakukan sarapan pagi, makan siang atau makan malam dengan hampir seluruh ketua umum parpol di Indonesia.

“Dengan Bu Megawati, Pak SBY, Surya Paloh, Muhaimin, Zulkifli Hasan, bahkan dengan Prabowo dan Presiden PKS. Semua partai tanpa terkecuali. Jadi biasa saja,” ujar Budi.

Namun, di tahun politik yang makin riuh, Budi mengharapkan seluruh pihak yang pernah dan akan diundang ke Istana bertemu Presiden agar membuat pernyataan yang jangan sampai diplintir atau menjadi polemik berkepanjangan.

“Biasalah namanya partai anak muda bersemangat. Kami berharap polemik ini diakhiri. Masih banyak persoalan bangsa dan rakyat yang harus dituntaskan,” imbaunya.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami