Ekonomi

Promosi “Senin Harga Naik” Bisa Dijerat Pasal Perlindungan Konsumen

BTN iklan

JAKARTA, (LEI) – Pernah melihat iklan yang mempromosikan properti di televisi? Ada beberapa diantaranya yang menggunakan kalimat “…segera beli sekarang, Senin harga naik!”. Kalimat ini sering dipakai untuk mendongkrak penjualan, mendorong calon konsumen cepat-cepat membeli produk mereka saat harga masih ‘terjangkau’.

Sayangnya praktik seperti itu rupanya berpotensi menimbulkan unsur pidana. Menurut pakar hukum perlindungan konsumen, David Tobing, kebiasaan tersebut sering dilakukan pengembang untuk menarik minat masyarakat.

“Pelaku usaha dilarang mempromosikan suatu barang dengan tarif tertentu, jika dia tidak bermaksud menerapkan tarif itu. Ini bisa dipidana,” kata David dalam sebuah diskusi di Universitas Tarumanegara, Jumat (22/9/2017).

David menjelaskan, di dalam UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen disebutkan, setiap pelaku usaha dalam hal ini pengembang, diwajibkan untuk memberikan informasi yang benar, jujur dan jelas atas produk yang hendak dijual.

Dengan memakai cara menaikkan harga pada waktu tertentu, menurut dia, itu sama saja melakukan perbuatan tindak pidana penipuan terhadap konsumen. “Itu kebiasaan yang terjadi saat ini, seakan-akan peminatnya banyak akhirnya dinaikkan harganya,” kata dia.

“Karena sudah dikatakan, diatur, bahwa kalau dia menjanjikan sesuatu tidak boleh yang belum pasti. Itu kan diatur, kalau mengandung janji yang tidak pasti itu kena pidana,” lanjut dia.

Sesuai Pasal 62 UU Perlindungan Konsumen, pelaku usaha yang melakukan dugaan tindak pidana penipuan dapat diganjar dengan ancaman hukuman kurungan dua tahun penjara dan denda paling banyak Rp 500 juta.

Selain itu, pengembang juga dilarang membuat promosi dalam bahasa asing pada saat memperkenalkan produk yang dijual kepada masyarakat. David menambahkan, “Kalau ada promosi yang menggunakan bahasa asing, itu sebenarnya sudah melanggar UU terkait Lambang Negara. Jadi promosi pun harus memakai Bahasa Indonesia,”. [Kompas]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami