Hukum

Proposal Perdamaian DAJK Jalan Di Tempat

BTN iklan

JAKARTA/Lei — Pembahasan proposal perdamaian PT Dwi Aneka Jaya Kemasindo—berada dalam proses PKPU—masih jalan di tempat lantaran debitur belum mencapai kesepakatan dengan investor.

Salah satu pengurus restrukturisasi utang PT Dwi Aneka Jaya Kemasindo Charles Pandjaitan ‎mengatakan debitur masih membutuhkan tambahan waktu lagi untuk menyelesaikan proses uji tuntas (due dilligence) dengan salah satu calon investor. Padahal, dana dari investor akan dijadikan salah satu opsi perdamaian untuk ditawarkan kepada kreditur.

“Debitur minta waktu 60 hari, tetapi setelah ditawarkan kepada para kreditur yang disetujui hanya 30 hari,”‎ kata Charles, Senin (26/9).

Dia mengaku belum mendapatkan laporan perkembangan mengenai proses tersebut. Pihak debitur masih enggan menyebutkan nama calon investornya karena terikat dengan perjanjian kerahasiaan  atau bersifat non disclosure agreement (NDA).

‎Tim pengurus mempersilakan debitur untuk memanfaatkan sisa waktu hingga 270 hari sejak tanggal putusan. Asalkan perpanjangan waktu tersebut mendapatkan persetujuan dari kreditur.

Kendati demikian, negosiasi dengan investor dalam proses restrukturisasi utang akan berisiko jika terjadi terlalu lama.‎ Dikhawatirkan calon investor akan mematok modal yang rendah.

Sejumlah kreditur seperti PT Bank Mandiri (Persero)‎ Tbk. dan Standard Chartered Bank (SCB) meminta adanya perubahan proposal perdamaian terkait dengan aset jaminan. Pengurus meminta kedua kreditur dengan debitur membahasnya selama perpanjangan waktu.

Sementara itu, kuasa hukum debitur yang memiliki kode emiten DAJK,‎ Alamo D. Laiman mengaku masih akan memfokuskan penyusunan proposal berdasarkan masukan dari kreditur yang memiliki piutang besar.

“Bank Mandiri meminta klaim asuransi digunakan untuk pembangunan kembali pabrik ketiga, sedangkan SCB menginginkan dana tersebut untuk membayar tagihannya,” ujar Alamo.

Posisi SCB sebagai tertanggung menjadikan klaim asuransi dari Asuransi Tokio Marine Indonesia (ATMI) langsung masuk ke rekening bank yang berkantor pusat di London, Inggris tersebut tanpa melalui debitur. Hal tersebut sesuai dalam klausul perjanjian asuransi yang disepakati para pihak.

DAJK telah mengasuransikan pabriknya kepada ATMI dengan nilai pertanggungan mencapai‎ Rp258,16 miliar dengan SCB menjadi tertanggung.‎ Rencananya dana hasil klaim asuransi akan dipergunakan untuk membangun pabrik tersebut yang diperkirakan membutuhkan waktu pemulihan hingga dua tahun

Dalam perjanjian perdamaian skema yang pertama, debitur akan membayar 40% dari total kreditur separatis terlebih dahulu jika tidak mendapatkan dana hasil klaim asuransi. Tenor pembayarannya mencapai enam tahun dengan permintaan masa jeda (grace period) selama dua tahun.

Pembayaran tersebut, lanjutnya, akan menggunakan skema cash waterfall. Sementara, 60% sisa utang akan diselesaikan selama delapan tahun setelah pembayaran sebelumnya lunas.‎

“Saat ini ada enam investor yang mengatakan minatnya, nanti mereka tidak akan mengubah komposisi pemegang saham perusahaan,” katanya.

Dalam persidangan, ketua majelis hakim Marulak Purba memberikan penetapan perpanjangan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU)‎ tetap selama 30 hari.(bisnis.com)

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lihat juga

Close
Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami