Hukum

PROPOSAL PERDAMAIAN PT KIMAS: Kreditur Ajukan Keberatan

BTN iklan

JAKARTA/Lei — Sejumlah kreditur PT Kimas Sentosa, peritel telepon seluler, mengaku keberatan dengan proposal perdamaian yang disampaikan dalam proses PKPU.

Karena itu, kreditur minta agar PT Kimas Sentosa yang tercatat memiliki kewajiban Rp758,40 miliar itu agar memperbaiki rencana  perdamaiannya.

Dimas Ariwibowo yang mewakili Herwin Soedjito dan Dianto mengatakan poin keberatan kreditur terkait dengan jangka waktu pembayaran utang selama 10 tahun. Pasalnya, debitur memukul rata penyelesain utang selama 10 tahun.

“Waktu 10 tahun itu lama sekali untuk utang kami yang kecil selaku kreditur konkuren. Jangan disamakan dengan separatis yang besar ,” tuturnya dalam rapat kreditur, Senin (5/6).

Pihaknya berharap waktu penyelesaian untuk konkuren hanya setahun sejak homologasi.

Setali tiga uang, perwakilan dari PT Air Hidup juga berharap debitur menyelesaikan utangnya dalam kurun satu tahun. Sementara itu, perwakilan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. belum dapat memberikan komentar.

Kimas Sentosa merupakan peritel dan produsen telepon seluler. Debitur pernah merilis ponsel lokal dengan merek Pixcom Mobile.

Dalam proposalnya, perusahaan menyatakan berkomitmen membayar utang kepada para kreditur yang mencapai Rp758,40 miliar. Pembayaran kewajiban itu dijanjikan dapat selesai dalam 10 tahun.

Kuasa hukum Kimas Sentosa, Ambari mengatakan pihaknya mengakalkulasi waktu pembayaran berdasarkan kemampuan perusahaan. “Perusahaan sedang dalam kesulitan keuangan, jadi ini adalah kemampuan kami,” katanya dalam rapat kreditur.

Selain itu, dia menambahkan keutungan perusahaan juga terus merosot. Oleh seban itu, perusahaan berutang kepada beberapa kreditur. Kendati begitu, debitur berkeyakinan mampu melunasi kewajiban asal kreditur memberi kesempatan debitur untuk merestrukturisasi utangnya.

Dalam proposal perdamaian yang Bisnis kutip, debitur meminta seluruh kreditur menghapus bunga dan denda, sehingga perusahaan hanya membayar utang pokok. Pembayaran akan dilakukan setiap bulan secara bertahap.

Kimas Sentosa juga meminta adanya masa penundaan pembayaran (grace periode) selama satu tahun sejak homologasi. Namun, bagi kreditur separatis, Bank Mandiri diperbolehkan  mengeksekusi jaminannya sebagai sumber dana pembayaran.

Salah satu pengurus restrukturisasi utang Kimas Sentosa, Ferdie Soethiono mengatakan terdapat empat kreditur yang mendaftarkan tagihan ke tim pengurus. Para kreditur terdiri dari tiga konkuren dan satu separatis atau pemegang jaminan.

Adapun tagihan terbesar yaitu dari Bank Mandiri. Dia memerinci bank berkode BMRI ini bertindak sebagai kreditur separatis dengan tagihan Rp373,51 miliar sekaligus konkuren senilai Rp319,59 miliar.

Tagihan lainnya datang dari Herwin Soedjito (pemohon PKPU) Rp41,92 miliar, Dianto Rp17,82 miliar, dan PT Air Hidup Rp5,52 miliar. Tagihan ini telah dihitung dengan jumlah denda dan bunga.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami