LiputanOlahraga

Protes Berlebihan, Pelatih Dan Manajer Bhayangkara FC Kena Denda Rp25 Juta

BTN iklan

JAKARTA, (LEI) – Selain menjatuhkan hukuman terhadap Arema FC dan panpel Arema FC, Komisi Disiplin (Komdis) PSSI juga menjatuhkan hukuman kepada manajer serta pelatih Bhayangkara FC, Sumardji dan Simon McMenemy, panpel PS Tira serta klub Persebaya Surabaya.

Sesuai hasil sidang Komdis PSSI di Jakarta, Rabu (18/4/2018), Sumardji dan Simon McMenemy kena sanksi karena dianggap melakukan protes berlebihan dan melakukan tindak tidak sportif.

Pelanggaran itu terjadi ketika Bhayangkara FC menjalani laga tandang melawan Perseru Serui di Stadion Marora, Serui (14/4/2018). Atas pelanggaran itu, Komdis PSSI menghukum Sumardji dan Simon, masing-masing dengan denda Rp25 juta.

Sementara kegagalan memberikan rasa aman dan nyaman karena suporter Persebaya memasuki area field of play saat duel PS Tira versus Persebaya di Stadion Sultan Agung, Bantul (13/4/2018), membuahkan sanksi denda Rp20 juta.

Gara-gara itu pula, Persebaya juga kena sanksi, lantaran suporter mereka masuk ke lapangan pada laga kontra PS Tira. Komdis PSSI menjatuhkan hukuman denda Rp20 juta atas pelanggaran itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, Arema menjadi klub yang paling banyak mendapat sanksi denda dari Komdis menyusul insiden kericuhan saat menjamu Persib Bandung di Stadion Kanjuruhan, Malang (15/4/2018).

Komdis menjatuhkan sanksi denda Rp250 juta pada panpel karena tingkah laku buruk penonton yang melakukan pelemparan botol dan sepatu ke area lapangan yang mengakibatkan pelatih Persib terluka, menyalakan flare, masuk ke area lapangan.

Panpel Arema juga mendapat sanksi dari Komdis PSSI, yakni penutupan sebagian stadion pada bagian timur selama dua pertandingan dan denda Rp50 juta setelah dinilai gagal memberikan rasa aman dan nyaman untuk kedua tim serta perangkat pertandingan.

[Bola.com]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

67 Komentar

  1. HIV-specific door and castle regulations on France
    There are no individual to entry or living quarters regulations http://parapharmaciefr.com viagra homme in the interest of people with HIV/AIDS. No HIV test upshot is required when entering the country. A known HIV infection will not surpass to deportation or the suffix of a person’s stay.
    Antiretroviral medication for adverse viagra consume can be carried. The hiker should persist a medical attestation to demonstrate that he is not a narcotics dealer.
    AIDES Jingoistic 2015

  2. HIV testing shows whether a person has HIV. HIV stands for flagyl individual immunodeficiency virus. HIV is the virus that causes AIDS (acquired immunodeficiency syndrome). AIDS is the most advanced platform of HIV infection.
    The Centers suited for Blight Sway and Retarding (CDC) recommends that everybody 13 to 64 years superannuated get tested on HIV at least definitely as neighbourhood of formula health heed and that people http://metronidazole.500mgantibiotics.com metronidazole at higher peril for HIV get on tested more often.
    HIV Doctor. Jul, 2018.

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami