Internasional

Proyek Listrik Bernasib Tragis

BTN iklan

JAKARTA/Lei — PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) memilih menghentikan 11 proyek pembangkit listrik yang masuk dalam skema Fast Track Program.

Proyek yang resmi tidak dilanjutkan itu merupakan bagian dari 34 proyek pembangkit mangkrak yang pernah disampaikan pemerintah melaluiv Sekretaris Kabinet, Pramono Anung.

Total kapasitas 34 pembangkit listrik mangkrak itu mencapai 633,8 MW. Seluruh proyek yang dihentikan itu pengerjaannya dilakukan oleh kontraktor mitra.

Direktur Utama PLN Sofyan Basir mengatakan pihaknya menghentikan pembangunan 11 proyek pembangkit yang telah lama mangkrak setelah melakukan koordinasi dengan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Saat ini, katanya, PLN masih memiliki 23 proyek pembangkit lain. Dari ke-23 proyek itu, sebanyak 17 pembangkit listrik sudah resmi diambil alih untuk dilanjutkan sedangkan lima sisanya tengah dikaji kelanjutannya.

“Masih kami hitung ke BPKP dan aspek hukumnya di TP4K ,” kata Sofyan di Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Jumat (18/11).

PLN memilih melanjutkan 17 unit proyek pembangkit dengan mempertimbangkan kemudahan melakukan negosiasi dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), selaku pelaksana pro yek-proyek tersebut.

“Ya mau negosiasi, dia mau melanjutkan. Kami negosiasikan satu persatu,” katanya.

Sofyan mengatakan dana yang dibutuhkan perseroan untuk melanjutkan proyek tersebut akan lebih dari Rp1 triliun.

Menurutnya, mangkraknya pembangkit ini disebabkan kurang akuratnya kontraktor dalam perenca naan pembangunan pembangkit. Kebanyakan proyek memiliki kesalahan perhitungan desain dan menyebabkan kesulitan realisasi.

KONTRAK LEMAH

Sofyan menyebutkan tidak sedikit pula kontraktor yang melarikan diri akibat tidak bisa diselesaikan proyek tersebut. Namun, perseroan tidak dapat menyelesaikan kendala ini ke ranah hukum lantaran lemahnya posisi PLN dalam kontrak.

Untuk proyek pembangkit yang dilanjutkan, Sofyan menegaskan akan menggunakan Peraturan Presiden No. 4/2016 tentang Percepatan Pembangunan Infrastruktur Ketenaga listrikan, sebagaii landasan hukum.

Dalam perpres itu, perseroan diperbolehkan membayar dana yang lebih dari kontrak untuk melanjutkan proyek.

Sementara itu, untuk wilayah di sekitar 11 pembangkit yang diterminasi, Sofyan mengaku bakal menggunakan solusi lain untuk menjamin dae rah tersebut tidak kekurangan listrik. PLN bakal menarik jaringan transmisi, membangun pembangkit listrik tenaga diesel, pembangkit listrik mesin gas serta membangun pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

“Pokoknya agar masyarakat tidak merasakan gelap terlalu lama,” katanya

Adapun lokasi pembangkit yang di hentikan tersebar di luar Jawa. Proyek ini didominasi oleh pem bang kit listrik tenaga uap (PLTU) dengan kapasitas berkisar antara 10 MW hingga 20 MW.

Sebelumnya, Kepala Pusat Satuan Komunikasi Korporat PLN I Made Suprateka mengatakan setelah melakukan perhitungan pihaknya memprediksi nilai investasi untuk proyek mangkrak yang akhirnya di terminasi tersebut senilai Rp2,3 triliun.

Menurutnya dari 11 proyek yang diputus untuk diberhentikan kelanjutannya tersebut ada 5 proyek\ yang masih belum berjalan sama sekali.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Jarman menyebutkan rasio elektrifikasi di Indonesia masih di kisaran 89,5% berdasarkan data tahun ini. Artinya masih ada 10,5% masyarakat yang belum mendapatkan aliran listrik.

“Kira-kira 7 juta kepala keluarga belum menikmati listrik, kalau di kalikan empat orang dalam satu ke luarga, jadi hampir ada 28 juta orang belum berlistrik,” katanya.

Usaha memberikan akses listrik secara merata untuk seluruh masyarakat akan terus dijalankan guna mencapai target rasio elektrifikasi
97% pada 2019.

Perlihatkan Lebih

Satu Komentar

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami