Hukum

PT Antavaya Digugat Peserta Tour karena Merugikan

BTN iklan

JAKARTA, (LEI) – PT Antavaya Tbk., perusahaan yang bergerak dibidang tour and travel ini diminta lebih hati-hati dalam memberikan informasi soal apa-apa yang boleh di bawa dan dibeli oleh peserta tur agar tak merugikan peserta dan gugatan serupa tidak terulang kembali dalam kasus yang sama.

“Kami menggugat PT Antavaya Tour, karena merugikan klien kami, Dr. Lenny Nadriyana, SH atas informasinya yang dinilai klien kurang jelas dan transparan,” kata kuasa hukum Lenny Nadriyana, dari N&R Lawfir, Aggrian Rahmanu, SH, kepada pers usai sidang di PN Jakarta Barat, Selasa (17/9).

Menurut Anggrian, kliennya melakukan tur ke Eropa selama tiga minggu, namun dalam perjalanan itu kurang mendapatkan kenyamanan dan layanan selama mengikuti program-program wisata yang ditawarkannya. Dia katakan, beberapa janji tersebut antara lain, soal informasi dari guide tentang barang-barang yang kena pajak dan jumlahnya sehingga tidak membingungkan peserta tur.

“Kekecewaan itu bukan hanya disampaikan klinen kami, tetapi juga saksi fakta yang lain yang sudah didengar oleh para hakim di muka persidangan kemarin,” kata Anggrian. Sidang ini sudah didaftarkan Desember 2018, dan sudah disidangkan beberapa kali. Perdamaian dua belah pihak tidak dapat diwujudkan, sehingga sidang berlanjut.

Pada acara pemeriksaan saksi, ia menceritakan banyak kekecewaan atas informasi dari Guide (pemandu wisata) yang dinilai kurang profesional sesuai biaya dan harga yg dibayar yg seharusnya memberikan layanan satisfied dan kenyamanan.

Menjawab pertanyaan, ia mengatakan, gugatan yang diajukannya terkait tidak diberikan info yang clear sehingga penggugat dirugikan puluhan juta saat melakukan klaim tax refund tak dapat di proses dan banyak barang di koper saat di airport Heathrow London ditinggal, karena harus membayar pajak yang cukup tinggi.

Sidang gugatan perdata ini dipimpin hakim senior, Masrizal SH dan para anggota lainnya.

Nanti pada sidang berikutnya akan menghadirkan sanksi ahli, dan seperti biasa hakim akan memberikan porsi yang sama kepada tergugat untuk mendatangkan para saksi-saksi.

Secara terpisah, Lenny Nadriyana menambahkan, sebenarnya saya tidak ingin melakukan gugatan seperti ini, jika pihak Antavaya meminta maaf. Tetapi nampaknya enggan melakukannya, oleh karenanya sebagai pembelajaran kita bersama gugatan kita layangkan.

“Sekali lagi bukan soal nilai uang, tetapi soal kesalahan sekecil apapun yang yang dilakukan oleh penyelenggara tidak diakui atau tidak mau menyadari. jadi harus lewat pengadilan yang dapat memaksanya. Siapa yang benar sesungguhnya,” pungkas Lenny.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami