Hukum

PT Arena Maju Pailit,pemberesan aset rampung akhir 2016

BTN iklan

JAKARTA/Lei – Salah satu kurator PT Arena Maju Bersama Syahrial Ridho mengatakan target tersebut dicanangkan setelah mendapatkan desakan dari sejumlah kreditur yang mayoritas merupakan bank. Namun, aset yang dimiliki debitur belum tentu bisa melunasi seluruh tagihan kreditur yang mencapai Rp1,6 triliun.

Proses pemberesan aset milik PT Arena Maju Bersama dalam proses kepailitan ditargetkan rampung pada akhir 2016. “Harapannya bisa rampung akhir tahun ini, tim kurator juga sudah mulai appraisal,” kata Syahrial seusai rapat,

Dia menambahkan penaksiran aset yang telah diinventarisir mulai dilakukan pekan ini. Diprediksi peninjauan ke lapangan akan membutuhkan waktu yang tidak singkat yakni tiga pekan mengingat tersebarnya letak aset debitur.

Aset jaminan tersebut, lanjutnya, masih harus dipilah kembali karena kemungkinan ada yang terkait dengan hak jaminan bank (cross collateral). Kendati demikian, pihak bank belum memberikan keputusan akan mengeksekusi jaminan sendiri atau diserahkan kepada kurator.

Kurator memerinci aset debitur yang diketahui terdiri dari sejumlah unit mesin pembangkit listrik di Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan Barat. Debitur juga masih memiliki beberapa kantor operasional, salah satunya di Jalan Sisingamangaraja, Jakarta.

Pihaknya mengatakan kreditur yang meminta percepatan proses pemberesan yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., dan Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (BPD NTT). Ketiga bank tersebut memiliki hak jaminan kebendaan berupa tanah dan mesin.

Syahrial menjelaskan pemberesan aset yang cepat bisa meminimalisir risiko penurunan nilai aset. Terlebih, sejumlah jaminan fidusia mesin yang dipegang bank ada beberapa yang sudah tidak produktif atau rusak.

Pihaknya juga menerima informasi dari PT Maxpower Indonesia yang menyatakan aset pembangkit listrik tenaga mesin gas (PLTMG) di Tarakan merupakan miliknya. Debitur menyewa mesin tersebut dari Maxpower yang menjadi kontraktor dengan masa sewa hingga 31 Desember 2016.

Selanjutnya, tim kurator telah meminta Maxpower menyerahkan bukti dokumen kepemilikan aset tersebut. Jika terbukti bukan milik debitur, aset tersebut akan dikeluarkan dalam boedel pailit.

Selain aset jaminan tersebut, imbuhnya, debitur diketahui masih memiliki saham di PT Andalan Mitra Bahari sebesar 95%. Namun, nominal nilai saham perusahaan perkapalan tersebut belum diketahui karena debitur belum menyerahkan dokumen pelengkap.

Hingga saat ini sudah banyak kreditur yang mendaftarkan tagihannya kepada tim kurator kendati jumlahnya belum dihitung. Terlebih, pendaftaran klaim utang masih terus dibuka hingga 15 September 2016.

“Kemungkinan nanti akan bertambah tagihan dari kantor pajak dan karyawan, tetapi mereka belum mendaftar,” ujarnya.

Debitur dinyatakan jatuh pailit oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat pada 25 Agustus 2016. Alasannya, perjanjian perdamaian yang ditawarkan tidak mendapatkan dukungan dari mayoritas kreditur hingga batas waktu 270 hari.

Arena memulai proses PKPU sementara sejak 16 November 2015 melalui permohonan yang diajukan secara sukarela atas dorongan dari sejumlah kreditur bank. (bisnis.com)

Perlihatkan Lebih

6 Komentar

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami