Nasional

PT. Indo Beras Unggul Disegel Karena Tipu Konsumen Dengan Beras Premium Palsu

BTN iklan

BEKASI, (LEI) – Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jendral Tito Karnavian menyegel PT Indo Beras Unggul, produsen beras cap “Ayam Jago”. Perusahaan itu dituduh telah melakukan penipuan dengan menjual beras medium bersubsidi seharga beras premium. “Ini nggak main – main. Masyarakat dan negara dirugikan sampai ratusan triliun rupiah,” ujar Tito, Kamis malam, 20 Juli 2017.

Kecurangan itu dilakukan PT Indo Beras melalui anak usahanya PT Tiga Pilar Sejahtera. Modusnya, perusahaan mengemas beras IR64 dengan label cap “Ayam Jago” dan “Maknyuss”. Padahal IR64 adalah beras medium bersubsidi yang harganya RP 9 ribu per kilogram. Beras itu dikemas dan diberi label premium lalu dijual ke gerai ritel modern dengan harga Rp 20 ribu per kilogram. “Beras subsidi dikemas seolah-olah barang premium supaya harganya tinggi sekali,” kata Tito.

Baca: Berapa Keuntungan yang Didapat PT. Indo Beras Unggul?

Praktik culas ini diketahui setelah Satgas Pangan melakukan pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan laboratorium diketahui label kandungan gizi pada kemasan tidak sesuai dengan produk yang dijual. “Kontennya ditulis premium padahal isinya non premium,” ujar Tito.

Polisi saat ini sudah memeriksa 15 orang namun belum menetapkan tersangka.”Nanti kami tentukan mana tersangka utama dan tersangka pembantu,” katanya. Para tersangka nantinya bisa dijerat menggunakan Undang-undang konsumen dan pasal 382 bis KUHP tentang perbuatan curang dalam usaha.

Baca: Ini Kondisi Pabrik Produsen Beras Maknyuss dan Ayam Jago Setelah Disegel

Gudang beras PT Indo Beras Unggul terletak di Jalan Rengas KM 60 Kecamatan Kedung Kabupaten Bekasi. Dalam penyegelan itu terlihat juga Menteri Pertanian, Amran Sulaiman dan Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha Syarkawi Rauf. Barang bukti yang disita polisi mencapai 1.161 ton. (tempo.co)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami