HukumSengketa Merek

PT Iwan Tirta Menang Atas Merk Batik Iwan Tirta

BTN iklan

Jakarta, LEI – Sengkarut rebutan merek batik Iwan Tirta antara PT Iwan Tirta dan PT Pusaka Iwan Tirta akhirnya menemui titik terang.

Majelis hakim Pengadilan Niaga Jakarta Pusat memenangkan kubu penggugat yakni PT Iwan Tirta yang mengembangkan ritel bertajuk Iwan Tirta Private Collection. Sebaliknya, merek milik PT Pusaka Iwan Tirta (tergugat) dinyatakan dibatalkan.

Kedua perusahaan mengklaim merupakan pemilik sah merek batik Iwan Tirta dalam kelas barang 35 yang melindungi jasa toko.

Ketua majelis hakim Titiek Tedjaningsih mengatakan, PT Pusaka Iwan Tirta (tergugat) terbukti meniru merek terkenal milik PT Iwan Tirta.

Pasalnya, PT Iwan Tirta mendaftarkan merek Iwan Tirta di kelas barang 35 pada 3 Mei 2006. Sementara itu, merek tergugat baru didaftarkan pada 2 Juli 2009.

“Mengabulkan gugatan penggugat untuk sebagian. Menyatakan batal demi hukum merek PT Pusaka Iwan Tirta kelas barang 35,” katanya membacakan amar putusan, Senin (5/2).

Majelis menyatakan, merek tergugat memiliki persamaan pada pokoknya dan seluruhnya berupa bunyi dan ucapan.

Atas putusan itu, majelis memerintahkan Direktorat Merek, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (turut tergugat) untuk mencoret merek milik tergugat dalam daftar umum merek.

Dalam pertimbangannya, majelis menilai merek Iwan Tirta milik PT Iwan Tirta masuk kategori merek terkenal. Pasalnya, merek tersebut sudah terdaftar di berbagai negara seperti Malaysia, Singapura, Jepang dan Hongkong. Dengan begitu, penggugat tentu telah menggelontorkan dana investasi yang tidak sedikit.

Oleh sebab itu, penggugat merupakan pihak yang berkepentingan dalam mengajukan gugatan. Hal ini diatur dalam Pasal 77 ayat (1) UU No.20/2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis.

Penggugat juga dinyatakan berhak atas merek di kelas 24 dan 25 karena sudah terbukti sebagai merek terkenal.

Putusan ini sejalan dengan putusan Mahkamah Agung yang menolak kasasi PT Pusaka Iwan Tirta di kelas 24. Artinya, PT Pusaka Iwan Tirta juga tidak berhak untuk mendapatkan merek di kelas barang yang melindungi kain batik. Putusan ini diketok pada 22 Desember 2017.

PT Iwan Tirta memasarkan produknya lewat ritel Iwan Tirta Private Collection. Peritel ini tersebar di sejumlah pusat perbelanjaan seperti di Senayan City, Plaza Indonesia, Pacific Place, Plaza Senayan, dan Pondok Indah Mall. Penggugat juga membuka butik di kawasan Kemang dan Jalan Wijaya, Kebayoran.

Sementara itu, PT Pusaka Iwan Tirta (tergugat) memasarkan batik Iwan Tirta di peritel Alun-Alun Grand Indonesia. Gerai tersebut diklaim menjual batik-batik hasil desain asli dari Iwan Tirta.

SESUAI PETITUM

Kuasa Hukum PT Iwan Tirta (penggugat) Aries Eko Prasetyo mengatakan, pihaknya menyambut baik putusan hakim yang membatalkan merek Iwan Tirta milik rivalnya, PT Pusaka Iwan Tirta.

Menurut dia, pertimbangan majelis hakim telah sesuai dengan petitum gugatan. “Meski dikabulkan sebagian, tetapi kami puas karena poin-poin utamanya dikabulkan. Itu yang terpenting,” katanya usai sidang putusan, Senin (5/2).

Dia juga mengapresiasi putusan hakim yang menyatakan, merek Iwan Tirta milik penggugat adalah merek terkenal. Dengan begitu, penggugat otomatis mengantongi merek Iwan Tirta dalam kelas 24, 25, dan 35.

Aries menyatakan, pihaknya akan meladeni segala upaya hukum yang diajukan oleh PT Pusaka Iwan Tirta (tergugat).

Di sisi lain, Kuasa Hukum PT Pusaka Iwan Tirta Banggas Siregar mengaku kecewa dengan putusan hakim.

Pihaknya akan mempelajari putusan terlebih dahulu sebelum menyatakan banding. “Nanti kami diskusi ke klien dulu mau banding atau tidak,” ungkapnya.

Pusaka Iwan Tirta mendaftarkan merek Iwan Tirta dengan lukisannya sejak 2 Juli 2009. Merek yang melindungi gerai toko di kelas 35 ini terdaftar dengan nomor IDM000209085.

Untuk diketahui, perkara No.51/Pdt.Sus-Merek/2017/PN.Jkt.Pst ini bermula ketika PT Iwan Tirta tidak terima dengan gerai bernama Pusaka Iwan Tirta di pusat perbelanjaan Grand Indonesia.

Kuasa hukum PT Iwan Tirta Aris Eko Prasetyo mengatakan, PT Iwan Tirta (penggugat) adalah satu-satunya pemilik sah dari merek yang terdapat unsur nama Iwan Tirta.

Dia mengklaim penggugat merupakan pemegang hak atas merek Iwan Tirta di semua kelas yang terdaftar di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).

Salah satunya yakni kelas barang Nomor 35 yang melindungi segala macam penjualan, termasuk toko.

Adapun merek yang dipersoalkan yakni nama gerai bermerek PT Pusaka Iwan Tirta (tergugat) dan logonya dengan nomor IDM000209085.

Merek milik tergugat itu didaftarkan di Direktorat Merek, DJKI pada 2 Juli 2009. Penggugat menilai merek tersebut memiliki persamaan pada pokoknya maupun keseluruhan dengan merek penggugat untuk barang sejenis.

Penggugat mengendus ada iktikad tidak baik dengan adanya gerai bernama PT Pusaka Iwan Tirta di Alun-Alun Grand Indonesia.

Dia menambahkan, produk yang dijual tergugat dalam gerai itu bukan milik mendiang Iwan Tirta. Pasalnya, merek batik yang dijual oleh tergugat memiliki merek berbeda yaitu Pusaka Nusantara.

Menurut Eko, merek tergugat di kelas barang 35 didaftarkan dengan tujuan meniru merek Iwan Tirta penggugat. Tergugat juga dianggap mendompleng ketenaran merek Iwan Tirta.

Atas dasar itu, penggugat meminta ganti rugi materil senilai Rp14,45 miliar dan kerugian immateril Rp60 miliar.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close