Hukum

PT KIMAS PAILIT : Harapan Bank Mandiri Kandas

BTN iklan

JAKARTA/Lei — Upaya PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. menagih utang PT Kimas Sentosa lewat mekanisme restrukturisasi gagal, lantaran produsen dan peritel telepon seluler itu dinyatakan pailit.

Kini, PT Kimas Sentosa berada di tangan kurator dan segera memulai proses kepailitan. Aset perusahaan yang masuk dalam budel pailit bakal dilelang untuk membayar kewajiban ke kreditur.

Jumlah kreditur pun bakal bertambah dengan akan masuknya kreditur preferen, yakni Kantor Pajak dan tagihan dari karyawan yang terdampak pailit.

Bank Mandiri menyayangkan kepailitan yang mendera debiturnya, PT Kimas Sentosa. Pasalnya, bank berkode BMRI ini memiliki piutang yang cukup besar mencapai Rp693,10 miliar.

Apalagi, setengah dari utang atau Rp319,59 miliar tidak dijaminkan dengan barang jaminan. Artinya, BMRI juga bertindak sebagai kreditur konkuren selain separatis atau pemegang jaminan.

Kuasa hukum Bank Mandiri Suwandi mengatakan Pasal 225 ayat (5) yang menjadi pertimbangan majelis dinilai kurang pas. “Memang prinsipal debitur tidak pernah hadir. Tetapi kan sudah diwakili kuasa hukumnya. Itu cukup,” katanya kepada Bisnis, Kamis (15/6).

Suwandi belum dapat memaparkan harapan atas kepailitan debitur. Pihaknya juga mengaku belum melihat dokumen-dokumen perusahaan PT Kimas Sentosa. Dengan begitu, dia belum bisa bicara mengenai aset debitur yang nantinya digunakan untuk membayar utang.

Perwakilan internal Bank Mandiri Hasmi Usman menyebutkan sebagai kreditur separatis, BMRI hanya memegang jaminan tanah, bangunan dan inventori. Aset tersebut, lanjut Hasmi, sama sekali tidak menutup tagihan bank.

Ketua Majelis Hakim Titiek Tedjaningsih mengatakan putusan pailit dibuat setelah mendengarkan laporan dan rekomendasi dari hakim pengawas. Selain itu, majelis juga melihat adanya fakta persidangan bahwa prinsipal tidak pernah hadir sejak rapat kreditur hingga sidang penetapan.

“Mengadili, menyatakan PT Kimas Sentosa pailit dengan segala akibat hukumnya,” kata Titiek membacakan amar putusan di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, kemarin.

Majelis menilai putusan tersebut telah sesuai dengan Pasal 225 ayat (5) UU No. 37/2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

Pasal tersebut berbunyi dalam hal debitur tidak hadir dalam sidang, maka PKPU sementara berakhir dan pengadilan wajib menyatakan debitur pailit dalam sidang yang sama.

Adapun rekomendasi hakim pengawas untuk memperpanjang masa PKPU debitur tidak menjadi pertimbangan.

PT Kimas Sentosa memiliki utang senilai Rp758,40 miliar. Tagihan terbesar datang dari Bank Mandiri senilai Rp373,51 miliar yang bersifat separatis dan Rp319,59 miliar yang bersifat konkuren (tanpa jaminan).

Tagihan lainnya datang dari Herwin Soedjito (pemohon PKPU) sebesar Rp41,92 miliar, Dianto Rp17,82 miliar dan PT Air Hidup Rp5,52 miliar.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

3 Comments

  1. Kamagra Oral Disfuncion Erectil Amoxil De Haute Qualite Propecia Length Of Prescription [url=//tadalafonline.com]cialis without prescription[/url] Asthma Inhalers Over The Counter Can Amoxicillin Kill A Std

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami