Hukum

PT Lintas Teknologi Tagih Utang Indosat

BTN iklan
Jakarta/Lei – PT Lintas Teknologi Indonesia mengklaim PT Indosat Tbk memiliki utang US$1,04 juta yang telah jatuh tempo, dan menuntut perusahaan telekomunikasi itu agar masuk PKPU. Kuasa hukum Lintas Teknologi Indonesia Andrey Sitanggang mengatakan utang Indosat telah jatuh waktu dan dapat ditagih per 29 April 2016. Jatuh waktu tersebut ditetapkan melalui surat peringatan yang telah dikirimkan sebanyak dua kali.
“Termohon telah mengakui klaim utang yang kami ajukan melalui tanggapan atas somasi,” kata Andrey, Minggu (28/8). Atas utang tersebut, kubu Lintas Teknologi mengajukan permohonan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) lewat Pengadilan Niaga Jakarta Pusat dengan No. 369/ Pdt.G/2014/PN.Jkt.Pst. Permohonan
didaftarkan sejak 12 Agustus.
Menanggapi sengketa utang di pengadilan, emiten jasa telekomunikasi bersandi saham ISAT itu telah menyampaikan pemberitahuan ke Bursa Efek Indonesia. Dalam keterbukaan yang disampaikan pada pekan lalu, Indosat memperkirakan perkara PKPU ini tidak berdampak signifikan terhadap kegiatan operasional dan kelangsungan usahanya. Trisula Dewantara, Group Head Investor Relations & Corporate Secretary mengatakan perkara ini masih dalam tahap awal. “Sebelum ada nya putusan atas perkara ini, diperkirakan perkara ini tidak memberikan dampak signifikan terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha emiten.”
katanya.
Dalam permohonannya, Lintas Teknologi Indonesia (pemohon) menyatakan hubungan hukum dengan Indosat terkait dengan pengerjaan perawatan jaringan. Dalam sejumlah surat tagihan nya, pemohonmengklaim telah melakukan pekerjaan maintenance support AT Scomptel mediation sepanjang 2014 hingga 2015. Pemohon  menuturkan sudah melakukan pengerjaan tersebut selama beberapa kali dan telah terkumpul tujuh surat tagihan. Atas utang tersebut Indosat tidak kunjung melakukan pembayaran kepada pemohon.
Menurut Andrey, keberadaan utang itu telah diakui oleh termohon dalam surat tanggapan pada 15 Januari 2015. Termohon menyatakan akan menunda pembayaran utangnya dengan alasan pemohon masih memiliki kewajiban terkait dengan perjanjian perdamaian sebesar US$2,5 juta. Saat ini, perjanjian tersebut masih dalam sengketa di pengadilan. PT Lintas mengajukan gugatan melalui Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan No. 369/Pdt.G/2014/ PN.Jkt.Pst.
Sengketa perjanjian itu bermula saat Indosat mengalami gangguan sistem jaringan Internet pada 2 April 2014 yang diklaim karena kesalahan PT Lintas dalam mengerjakan proyek di kantor pusat ISAT. PT Lintas mengklaim telah berupaya maksimal untuk menyelesaikan gangguan tersebut. Indosat kemudian mengajukan klaim kerugian bahwa PT Lintas adalah pihak yang menyebabkan gangguan seluruh sistem Internet tersebut dan memerintahkan penggugat untuk menandatangani perjanjian perdamaian.
Dalam perjanjian itu, Indosat menjatuhkan denda kepada PT Lintas sebesar US$2,5 juta dan mencoretnya dari daftar rekanan. Sengketa tersebut tengah diproses di Mahkamah Agung. Indosat menangi perkara di pengadilan tinggi setelah sebelumnya gugatan PT Lintas dikabulkan di PN Jakarta Pusat.
KREDITUR LAIN
Sehubungan dengan permohonan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU), pemohon mencantum kan sejumlah kreditur lain. Berda sarkan laporan keuangan, termohon memiliki utang kepada PT Bank Central Asia Tbk senilai Rp1,9 triliun, ANZ Banking Group Ltd sebesar US$100 juta, dan HSBC Perancis sejumlah US$80,5 juta.
Selain itu, Citibank NA memiliki piutang US$30 juta, PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia Rp550 miliar, dan DBS Bank Ltd senilai US$50 juta. Utang kreditur lain disebut telah
diakui oleh termohon karena telah ditandatangani langsung oleh presiden direktur dan direktur.
Pemohon mengusulkan sejumlah calon pengurus dalam permohonannya, yakni Jimmy Simanjuntak, Heince T Simanjuntak, dan Ferry G. Panggabean. Sementara itu, kuasa hukum Indo-sat Angga dari Anita Kolopaking & Partners belum bisa dimintai tanggap an. Pihaknya mengaku baru mendapat surat kuasa dan belum mempelajari permohonan.
“Kami baru diberi kuasa dan masih dalam pengecekan internal, nanti secara lengkap akan kami sampaikan dalam jawaban,” kata Angga seusai persidangan, Jumat (26/8).(bisnis.com)
Perlihatkan Lebih

One Comment

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami