NasionalTraveling

Puluhan Ribu Umat Kristen Kupang Pawai Paskah

BTN iklan

Kupang, LEI – Sekitar 25.000 umat Kristen di Kota Kupang, ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur, Senin, menggelar pawai kemenangan Paskah yang digelar Pemuda Gereja Masehi Injil Timor (GMIT) di daerah setempat.

Ketua panitia Prosesi Paskah GMIT 2017, Elfrid Veisel Saneh menjelaskan, peserta pawai kemenangan Paskah yang ke-21 itu diperkirakan mencapai 25.000 orang yang terdiri dari 82 rombongan mencakup jemaat GMIT Denominasi Kristen, organisasi lintas agama, lembaga pendidikan, organisasi kepemudaan, yayasan, organisasi kepemudaan serta LSM.

Rute pawai kemenangan Paskah Pengurus Pemuda GMIT yang akan dilepas Gubernur NTT Frans Lebu Raya itu dimulai dari Gereja GMIT Jemaat Anugerah di Jalan El Tari, selanjutnya menuju Jalan Sudirman, Jalan Urip Sumohardjo, Jalan Ahmad Yani, Jalan Timor Raya dan berakhir di depan Gereja GMIT Talitakumi Pasir Panjang.

Elfrid menjelaskan, pawai diiringi dengan nyanyian pujian, pementasan kisah wafat Kristus, dan arak-arakan kendaraan yang dihiasi dengan gambar warna-warni dan berbagai pesan tertulia pada kain tentang kemenangan Yesus Kristus atas maut yang disambut oleh jemaat di sepanjang rute pawai.

Menurutnya, pawai Paskah dilakukan untuk memperkuat refleksi iman, pemahaman jemaat akan makna kematian dan kebangkitan Yesus dalam perayaan Paskah hingga mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, pawai menjadi momentum meningkatkan kualitas dan pembaharuan iman sehingga jemaat pemuda GMIT diharapkan hadir sebagai agen peradamian di masyarakatnya.

“Sesuai semangat dalam tema pawai Paskah yang kami angkat kali ini `Kebangkitan Kristus Membebaskan Kita dari Kuasa Kematian, (Roma 6 : 10) dan sub thema: `Dengan semangat paskah, kita bangkit untuk memberitakan terang Kristus bagi pembaharuan diri, gereja dan masyarakat,” katanya.

Ia mengatakan, pawai kemenangan Paskah dilakukan seperti tahun sebelumnya yang melibatkan pemuda lintas agama dengan tujuan mempertahankan semangat kebersamaan dan toleransi antarumat beragama di daerah itu.

Pemuda GMIT, katanya, selalu mengedepankan nilai-nilai kerukunan antarumat beragama yang selama ini masih terjaga dengan baik di daerah itu.

Selain itu, lanjutnya, GMIT juga terus mendorong upaya penanganan masalah kemiskinan, kekerasan, kenakalan remaja, narkoba, korupsi, hingga masalah lingkungan dan berbagai persoalan sosial lainnya.

Untuk itu, dia berharap agar jemaat GMIT yang mengikuti pawai Paskah tidak sekedar hura-hura, namun dapat memaknai Paskah secara mendalam dan mengaplikasikannya dalam keluarga dan lingkungan masyarakatnya.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami