HEADLINESNasional

Puluhan Rumah Di Baduy Hangus Terbakar

BTN iklan

Lebak, 24/5 LEI – Telah terjadinya musibah Kebakaran Pemukiman Suku Baduy Luar di Kp. Cisaban Desa Kanekes Kec. Leuwidamar Kab. Lebak terjadi pada hari Selasa tanggal 23 Mei 2017 sekitar jam 18.30 Wib menghanguskan sekitar 80 s/d 90 Pemukiman warga Suku Baduy luar, informasi sementara awal mula api berasal dari tungku api pengolahan Gula Aren.

Laporan Lengkap menyusul Personil Polsek Leuwidamar sedang menuju TKP menggunakan Jalur/ arah Kecamatan Sobang yang diperkirakan sekitar 3 KM perjalanan (jalan kaki) sampai dengan Lokasi kejadian kebakaran.

Puluhan rumah di permukiman kawasan Baduy di Kabupaten Lebak, Banten hangus terbakar hingga rata dengan tanah.

“Kami menerima laporan sekitar 85 rumah dan “leuit” atau lumbung padi hangus terbakar,” kata Camat Leuwidamar Kabupaten Lebak Endi Suhendi saat dihubungi di Lebak, Rabu.

Peristiwa kebakaran itu tidak menimbulkan korban jiwa, namun diperkirakan kerugian hingga ratusan juta rupiah.

Namun, sekitar 105 kepala keluarga kehilangan rumah akibat kebakaran itu.

Saat ini, warga yang rumahnya terbakar terpaksa mengungsi ke tenda yang disediakan oleh Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD).

Sebagian lainnya mereka tinggal bersama kerabat keluarga yang selamat dari amukan “si jago merah” itu.

Kebakaran di permukiman kawasan Badui, tepatnya di Kampung Cisaban RT 02 RW 06, Desa Kanekes, Leuwidamar diduga dari tungku sebagai tempat memasak di salah satu rumah warga.

Kemungkinan api di dalam tungku itu ditinggal oleh pemiliknya sehingga bara api menjalar ke kayu bakar yang posisinya berdekatan dengan tungku itu.

Saat ini, masyarakat Badui kebingungan karena tidak ada satupun yang bisa diselamatkan.

Perabotan rumah tangga hingga uang dan “rumah leuit” atau tempat menyimpan gabah juga terbakar.

“Kami saat ini mengutamakan penanganan warga korban kebakaran agar tidak kelaparan maupun serangan penyakit,” katanya.

Menurut Camat, kebakaran di kawasn permukiman Badui hingga kini petugas pemadam kebakaran (damkar) tidak melakukan evakuasi pemadaman.

Sebab, kawasan Badui tidak bisa dilintasi berbagai angkutan akibat larangan adat setempat.

Apalagi, jarak tempuh ke Kota Rangkabitung puluhan kilometer.

Selain itu juga rumah-rumah warga Badui terbuat dari kayu, dinding dan lantai dari bambu serta atap rumbia sehingga mudah terbakar.

“Saya kira kebakaran di kawasan Badui seringkali karena kebiasaan mereka menyimpan kayu bakar di atas tungku. Bila mereka lupa mematikan bara api dalam tungku dipastikan api menjalar ke kayu bakar itu,” katanya menjelaskan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak Kaprawi mengatakan pihaknya kini menyalurkan bantuan bahan pokok agar masyarakat Badui yang menjadi korban kebakaran tidak terancam kelaparan.

Selain itu juga memasang tenda pengungsian agar mereka bisa tinggal sementara sebelum rumahnya dibangun kembali.

“Kami mengutamakan penanganan pasabencana agar warga korban kebakaran tidak kelaparan,” katanya.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close