FB.getLoginStatus(function(response) { statusChangeCallback(response); }); { status: 'connected', authResponse: { accessToken: '...', expiresIn:'...', signedRequest:'...', userID:'...' } }
BTN ads
HukumRegulasi

Pungli Paksa Dalam Proses Penerbitan Dokumen diBPN Semarang

SEMARANG, (LEI) – Kepala Kejaksaan Negeri Semarang, Jawa Tengah, Dwi Samudji mengungkapkan terdapat unsur pemaksaan untuk memberikan sejumlah uang dalam proses pengurusan dokumen pertanahan di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Semarang.

Hal tersebut disampaikan Samudji di Semarang, Kamis, berdasarkan hasil pemeriksaan sejumlah saksi dalam kasus suap pengurusan dokumen agraria di BPN Kota Semarang.

Ia menuturkan terdapat enam saksi yang sudah dimintai keterangan dalam penyidikan perkara tersebut.

“Enam saksi yang namanya tertera di amplop berisi uang yang diberikan pada tersangka,” katanya.

Ia menjelaskan ada 116 amplop berisi uang dengan nama-nama pemberinya merupakan masyarakat umum serta notaris yang mengurus dokumen pertanahan.

“Ada yang masyarakat biasa, ada yang notaris,” kata Samudji tanpa menjelaskan lebih detil.

Menurut dia, uang tersebut diberikan karena ada paksaan.

Ia mengatakan dalam pengurusan dokumen di BPN memang terdapat sejumlah biaya yang dibayarkan. “Uang yang diberikan ini lebih besar dibanding biaya resmi yang harus dibayarkan,” katanya.

Sebelumnya Kejaksaan Negeri Semarang menetapkan Kepala Subseksi Pemeliharaan Data Pertanahan BPN Kota Semarang, WR, sebagai tersangka dugaan suap pengurusan dokumen agraria di kantor pertanahan itu.

Kejaksaan sebelumnya mengamankan empat pegawai Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Semarang dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang diduga berkaitan dengan pengurusan dokumen agraria di Ibu Kota Jawa Tengah itu.

Dwi Samuji mengatakan, keempatnya diamankan pada Senin (5/3) sore di kantor BPN Semarang.

Keempat orang tersebut masing-masing berinisia WR, S, J dan F.

Bersama keempat orang itu, ditemukan pula uang Rp32,4 juta dalam sembilan amplop saat diamankan. [antara]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Komentar Anda...

Related Articles

Close
Close