InternasionalTekno

Putin dan Abe Setujui Kerangka Perjanjian Damai PD II Jepang-Rusia

BTN iklan

BUENOS AIRES (LEI) – Presiden Rusia, Vladimir Putin dan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe telah menyepakati pembentukan kerangka kerja dalam upaya pengintensifan negosiasi mengenai perjanjian damai pasca Perang Dunia II.

Kesepakatan itu terjadi ketika Putin dan Abe melakukan pembicaraan singkat di sela-sela KTT G20 di Buenos Aires, Argentina.

“Kami berbicara mengenai perlunya menyiapkan mekanisme tambahan untuk interaksi, tentang perlunya meningkatkan tingkat kepercayaan di kedua belah pihak, untuk memperluas kontak kemanusiaan dan hubungan ekonomi kami,” ucap Putin sebagaimana diwartakan RT.

Diskusi singkat itu melahirkan rencana Perdana Menteri Jepang untuk mengunjungi Rusia pada awal tahun depan dengan harapan dapat menyelesaikan perjanjian yang telah terhenti selama beberapa dekade lalu.

Selain itu, dikutip dari Japan Times, Senin (3/12/2018), Menteri Luar Negeri Jepang Taro Kono dan koleganya dari Rusia Sergey Lavrov berencana untuk mengadakan pembicaraan sebelum Abe menuju Rusia pada Januari.

Deputi Senior Menteri Luar Negeri Jepang Takeo Mori dan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Igor Morgulov ditunjuk sebagai “perwakilan khusus untuk memimpin negosiator tingkat kerja, dimana keduanya menerima instruksi langsung dari pemimpin masing-masing.

Japan Times melaporkan, sengketa teritorial Jepang-Rusia, yang juga melibatkan kepulauan Kunashiri dan Etorofu, telah mencegah Tokyo dan Moskow menandatangani perjanjian damai pasca-Perang Dunia II.

Rusia dan Jepang mengakhiri Perang Dunia II mereka tanpa perjanjian perdamaian formal.

Batu sandungan utama untuk mencapai kesepakatan adalah sengketa teritorial antara kedua negara yang melibatkan empat wilayah di Kepulauan Kuril Rusia atau disebut Wilayah Utara Jepang. Namun di sisi lain, Rusia menyatakan bahwa pulau-pulau tersebut tidak dapat dipisahkan dari Rusia, dan perbatasan Rusia diakui oleh PBB.

Kepulauan, yang dikenal sebagai Wilayah Utara di Jepang dan Kuril Selatan di Rusia, disita oleh Uni Soviet setelah Jepang menyerah dalam perang pada 15 Agustus 1945.

Selama diskusi yang dilakukan Putin dan Abe di Vladivostok pada bulan September, Presiden Rusia menawarkan pemimpin Jepang untuk membuat perjanjian damai tanpa syarat. Namun Jepang terus bersikeras bahwa perselisihan teritorial harus diselesaikan terlebih dahulu.

Dalam sebuah pertemuan di Singapura bulan lalu, Abe dan Putin setuju untuk mempercepat perundingan berdasarkan Deklarasi Bersama Soviet-Jepang tahun 1956, di mana Uni Soviet menawarkan untuk menyerahkan Habomai dan Kepulauan Shikotan ke Tokyo, jika Jepang tetap negara netral setelah perjanjian damai disegel. Namun, pada tahun 1960, Tokyo malah memilih untuk melakukan perjanjian kerjasama dan keamanan bersama dengan Amerika Serikat, menghentikan setiap penyelesaian masalah dengan Uni Soviet selama beberapa dekade.

Di masa lalu, Rusia dan Jepang telah mengusulkan memulai berbagai proyek ekonomi bersama di pulau-pulau yang disengketakan sebagai langkah pertama dalam menyelesaikan konflik. Selama pembicaraan di Vladivostok pada hari Rabu, Putin dan Abe mendiskusikan gagasan membangun jembatan kereta api dari Sakhalin ke daratan Rusia, yang kemudian bisa diperluas ke Kepulauan Kuril dan Jepang. (okezone)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close