Internasional

Putin : Perpecahan Suriah Dicegah, Itu Adalah Agenda Politik

BTN iklan

Moskow, Rusia, (Lei) – Presiden Rusia Vladimir Putin pada Rabu (22/11) mengatakan perpecahan Suriah telah dicegah, dan tahap baru telah dicapai bagi kemungkinan peralihan ke penyelesaian politik di negara yang dicabik pertempuran itu.

Presiden Rusia, Iran dan Turki mengadakan pertemuan puncak tiga pihak di Kota Sochi, Rusia, untuk membahas situasi saat ini di Suriah dan langkah bersama lebih lanjut guna memulihkan perdamaian dan keamanan di negeri tersebut.

“Operasi besar militer terhadap gerombolan teror di Suriah mendekati akhir. Saya mesti menyatakan bahwa berkat upaya Rusia, Iran dan Turki, mungkin untuk mencegah perpecahan Suriah dan penaklukan oleh pelaku teror internasional, serta menghindari bencana kemanusiaan,” kata Putin dalam pertemuan tingkat tinggi itu.

Menurut Putin, rejim penghentian permusuhan berjalan di Suriah, empat zona peredaan ketegangan berfungsi di wilayah penting negeri tersebut dan ratusan ribu pengungsi telah mulai kembali ke kota kelahiran mereka.

“Bisa dikatakan dengan pasti bahwa kami telah mencapai tahap baru yang membuka pintu bagi proses penyelesaian politik yang sesungguhnya,” kata Putin, sebagaimana dikutip Xinhua –yang dipantau Antara di Jakarta, Kamsi pagi.

Putin, yang menggaris-bawahi penyelesaian politik harus diresmikan dalam kerangka kerja proses Jenewa, menyatakan perkembangan “sistem jangka-panjang menyeluruh bagi kebangkitan Suriah”.

Ia menyatakan keberhasilan pembaruan mendatang sangat tergantung atas penyelesaian masalah sosial dan ekonomi Suriah, serta pemulihan sistem industri, pertanian, prasarana, kesehatan serta pendidikan.

Presiden Rusia itu secara khusus menyoroti pentingnya bagi dipercepatnya penerapan Kongres Dialog Nasional Suriah dan mengusulkan pembahasan parameter forum tersebut dengan dua kepala negara lain.

“Jelas bahwa proses pembaruan akan sulit, akan memerlukan kompromi dan konsesi dari semua peserta, termasuk Pemerintah Suriah. Saya berharap Rusia, Iran dan Turki bersama-sama akan melancarkan upaya paling aktif guna membuat pekerjaan ini seproduktif mungkin,” katanya.

Kongres Dialog Nasional Suriah, yang diusulkan oleh Moskow pada penghujung Oktober dalam pembicaraan Astana di Kazakhstan bagi penyelesaian krisis Suriah, diperkirakan akan mempersatukan oposisi dan pasukan pro-pemerintah, serta wakil dari semua kelompok agama dan etnik Suriah untuk bekerja bagi proses perdamaian di negeri itu.

Pada Selasa, Wakil I Ketua Komite Pertahanan dan Keamanan di Dewan Federasi Rusia Frants Klintsevich mengatakan perang melawan kelompok teror IS di Suriah mungkin akan selesai pada akhir tahun ini dan Rusia mungkin bisa menarik pasukan udaranya.

Konflik bersenjata di Suriah meletus pada 2011 dan Rusiah mulai ikut dalam operasi anti-teror di Suriah pada September 2015. (Antara/Xinhua-OANA)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami