Internasional

Putri Mantan Mata-Mata Rusia yang Diracun Meningkat Drastis

BTN iklan

SALISBURY (LEI) – Salah satu korban peracunan di Salisbury, Inggris, Yulia Skripal, dikabarkan kondisinya sudah lebih baik. Putri dari Sergei Skripal itu tidak lagi berada dalam kondisi kritis dan sudah mulai stabil. Meski demikian, kondisi Sergei Skripal masih kritis.

“Saya senang dapat melaporkan bahwa terjadi peningkatan atas kondisi Yulia Skripal,” ujar Direktur Medis Rumah Sakit Distrik Salisbury, Dokter Christine Blanshard, mengutip dari The Guardian, Kamis (29/3/2018).

“Dia sudah dapat merespons dengan baik kepada perawatan tetapi masih harus mendapatkan perawatan oleh ahli selama 24 jam sehari. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada staf rumah sakit karena memberikan perawatan terbaik bagi kedua pasien selama beberapa pekan terakhir,” imbuhnya.

Sementara itu, pihak rumah sakit mendeskripsikan kondisi Sergei Skripal ‘kritis tetapi stabil’. Pria berusia 66 tahun itu diyakini sebagai target utama serangan.

Sebagaimana diberitakan, Sergei dan Yulia Skripal ditemukan tidak sadarkan diri di Salisbury, Inggris, pada 4 Maret. Sergei Skripal diketahui pernah bertugas sebagai mata-mata Rusia namun kemudian membelot ke Inggris dan telah berganti kewarganegaraan.

Perdana Menteri (PM) Inggris, Theresa May, menuduh Rusia terlibat dalam insiden peracunan Sergei dan Yulia Skripal. Sebab, racun yang digunakan ke kedua korban, Novichok, hanya diproduksi di Uni Soviet.

Sementara itu, Satuan Anti-terorisme Kepolisian Inggris menuturkan, Sergei dan Yulia Skripal diracun dengan menggunakan Novichok yang diletakkan di pintu rumah. Dugaan tersebut diungkapkan usai penggeledahan di rumah yang ditinggali Sergei.

“Kami percaya keluarga Skripal pertama kali terkena zat syaraf dari pintu depan mereka. Spesialis telah mengidentifikasi konsentrasi tertinggi dari racun syarat, hingga saat ini, berada di pintu depan rumah tersebut,” ujar Koordinator Senior untuk Kebijakan Kontra-Terorisme Inggris, Dean Haydon.

Rusia berulang kali membantah tuduhan Inggris tersebut. Moskow mendesak London untuk memberikan bukti terkait upaya pembunuhan Skripal dan melakukan penyelidikan melalui Organisasi Pelarangan Senjata Kimia Internasional (OPCW). Akan tetapi, desakan itu belum juga dikabulkan oleh Inggris. (okezone)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami