Liputan

Putusan MA Tidak Segera Dilaksanakan Gubernur Masyarakat Kendeng Lapor Ombudsman

BTN iklan

Kendeng, LEI – Masyarakat yang tergabung dalam Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JM-PPK) hari ini secara resmi mengajukan pengaduan ke Ombudsman Republik Indonesia di Jakarta berkaitan dengan adanya dugaan perilaku maladministrasi atas keluarnya Surat Keputusan Gubernur Jawa Tengah nomor 660.1/4 tahun 2017.

Terhitung sejak 5 Oktober 2016, Mahkamah Agung telah mengeluarkan putusan nomor 99 PK/TUN/2016 yang menyatakan batalnya SK Gubernur Jawa Tengah nomor 660.1/17 tahun 2012 tertanggal 7 Juni 2012 tentang Izin Lingkungan Kegiatan Penambangan oleh PT. Semen Gresik (Persero) Tbk, di Kabupaten Rembang.

Bukannnya putusan itu dijalankan, Gubernur Jawa Tengah malahan mengeluarkan ijin baru yang memerintahkan PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk menempurnakan dokumen adendum Amdal dan RKL-RPL. Menurut kami sedulur JM-PPK, SK Gubernur dengan nomor 660.1/4 tahun 2017 cacat hukum dimana putusan tersebut tidak mengindahkan putusan MA dan malah mengeluarkan ijin baru.

Selain itu, pelaksanaan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) terhadap ekosistem Pegunungan Kendeng Utara, telah memasuki waktu sekitar 3 Tahun 3 Bulan. Bahwa KLHS Pegunungan Kendeng Utara telah diselesaikan namun dirasa belum ada kebijakan yang secara konkrit dan komprehensif melaksanakan segala rumusan rekomendasi dari KLHS tersebut. Bukti tidak dijalankannya KLHS tersebut jelas terlihat ketika disahkannya Perda Nomor 16 tahun 2019 tentang RTRW Provinsi Jawa Tengah 2009-2029 yang mengakomodir banyak proyek infrastruktur tanpa memperhatikan kelestarian alam dan konflik di masyarakat.

Lebih lanjut, bahwa pada tanggal 28 November 2019 dulur JM-PPK juga melapor ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kaitannya dengan adanya bukti penambangan baik legal maupun ilegal di CAT Watuputih Rembang dan KBAK Sukolilo. Padahal secara jelas dalam perda tata ruang dan KLHS, bahwa CAT dan KBAK masuk dalam kawasan lindung dan tidak boleh ada pertambangan disana.

Maka pada kesempatan ini, kami melaporkan ke Ombudsman Republik Indonesia kaitannya dengan:

1. Melakukan investigasi atas dugaan adanya maladministrasi dalam proses keluarnya SK Gubernur Jawa Tengah nomor 660.1/4 tahun 2017 tentang Izin Lingkungan Kegiatan Penambangan Bahan Baku Semen dan Penambangan Serta Pengoperasian Pabrik Semen PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah
2. Mendesak Pemerintah Pusat, Provinsi dan Daerah untuk menjalankan KLHS sebagai upaya untuk melindungi Pegunungan Kendeng Utara yang meliputi wilayah cakupan studi dalam KLHS Pegunungan Kendeng Utara, sebagaimana telah diatur pula dalam Pasal 57 UU PPLH, Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional, Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Jawa Tengah, Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Rembang, Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Pati, Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Blora, Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Grobogan, dan dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 17 Tahun 2012 tentang Penetapan Kawasan Bentang Alam Karst.
3. Mendesak KLHK untuk menindaklanjuti laporan JM-PPK atas adanya penambangan di kawasan CAT Watuputih Rembang dan KBAK Sukolilo.

Bahwa selain itu, kami juga menyoroti beberapa hal. Antara lain:

a. Bahwa berdasarkan KLHS Pegunungan Kendeng Utara, dinyatakan valuasi ekonomi dari sector jasa lingkungan,seluas 293 Ha sebesar 3,2 (tiga koma dua) Triliyun rupiah/tahun, tidak sebanding dengan kerusakan yang diakibatkan oleh penambangan,dengan nilai investasi 5 triliyun.
b. Bahwa selain itupula, sebagaimana disampaikan oleh Asosiasi Semen Indonesia (ASI) dan berbagai pihak terkait lainnya telah menyatakan kondisi eksisting industri semen nasional telah mengalami over produksi lebih dari 30 Juta Ton/Tahun (data tahun 2016), sehingga pada dasarnya telah mencukupi kebutuhan akan semen yang dalam pemahaman Pemerintah untuk kepentingan pembangunan setidaknya dengan angka pertumbuhan ekonomi Indonesia sekitar 7 %/Tahun. Bahwa penambahan kapasitas produksi dengan membangun pabrik dan industri semen di Pegunungan Kendeng Utara justru akan menambah parah kondisi over produksi yang terjadi dan dikhawatirkan akan berdampak negatif bagi kondisi industri semen nasional.

Ibu Bumi Wes Maringi
Ibu Bumi Dilarani
Ibu Bumi Kang Nadili

Salam Kendeng
Lestari!!!

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

One Comment

  1. Untuk bukti pencairan W / A: +6281617538564
    Nama ******* Neni Syahir
    kota: ******** Bandung
    jumlah pinjaman: ****** Rp5,5 miliar
    suku bunga: ******* 1%
    @Twitter ikuti sekarang: *********** @AasimahaLoan

    Saya adalah korban penipuan di tangan kreditor palsu. Saya kehilangan sekitar Rp.65.000.000 karena saya membutuhkan modal besar Rp. 5,5 miliar. Saya hampir mati, saya tidak punya tempat untuk pergi dan bisnis saya hancur, dan dalam proses itu saya kehilangan suami saya. Saya tidak tahan lagi. 4 November 2019, saya bertemu dengan seorang teman lama di sebuah restuarant di Bandung yang memperkenalkan saya kepada seorang ibu yang baik, Ny. AASIMAHA ADILA MEMILIKI PERUSAHAAN PINJAMAN, yang akhirnya membantu saya dengan pinjaman besar untuk membayar hutang bank saya. Tolong, bantu saya untuk berterima kasih kepada ibu-ibu Muslim yang memberikan perusahaan pinjaman besar milik sendiri, pemilik pabrik dan individu pribadi untuk meningkatkan kehidupan dan bisnis mereka. Saya juga ingin menggunakan kesempatan ini untuk menasihati sesama orang Indonesia. Jika Anda menginginkan pinjaman modal besar, Anda dapat menghubungi mereka dan melihat situs web mereka. Anda perlu tahu bahwa ada banyak scammer di blog ini yang tidak memiliki situs web di peta Google,. perusahaan pinjaman resmi AASIMAHA ADILA AHMED LOAN memberi saya pinjaman Rp5,5 miliar dengan tingkat bunga sangat rendah untuk 1% seiring dengan pinjaman berjangka dengan persetujuan cepat dan pencairan mendesak. Jika Anda menginginkan kapita investasi yang besar dan Anda ingin membayar hutang Anda, segera terapkan dan berbahagia seperti banyak orang di sini.
                                          Batas aplikasi di bawah ini

    E-mail: *******[email protected]
    WhatsApp ::: ************ + 447723553516
    Email saya; ***************** [email protected]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lihat juga

Close
Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami