Internasional

Raja Arab Saudi Tegaskan Dukungannya untuk Pendirian Negara Palestina

BTN iklan

RIYADH (LEI) – Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz kembali menegaskan dukungan negaranya terhadap pembentukan negara Palestina setelah putra sekaligus calon pewarisnya, Mohammed bin Salman mengatakan bahwa warga Israel berhak untuk hidup secara damai di tanah mereka. Pernyataan yang tak biasa dari Mohammed bin Salman itu menimbulkan kontroversi di tengah ketegangan antara Israel dengan

Palestina.Dalam pembicaraan telefon dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, Raja Salman juga menekankan mengenai pentingnya kemajuan dalam pembicaraan damai. Hal itu disampaikan Raja Salman setelah pasukan keamanan Israel membunuh 18 warga Palestina selama demonstrasi di sepanjang perbatasan Israel-Gaza pekan lalu.

Kantor berita Arab Saudi, SPA yang dilansir Reuters, Rabu (3/4/2018) melaporkan, Raja Salman menegaskan “Posisi teguh Kerajaan Arab Saudi terhadap masalah Palestina dan hak sah rakyat Palestina untuk sebuah negara merdeka dengan Yerusalem sebagai ibukotanya”.

Dalam wawancara dengan majalah Amerika Serikat, Atlantic yang diterbitkan pada Senin, Putra Mahkota Mohammed bin Salman mengatakan bahwa rakyat Israel memiliki hak untuk tinggal di tanah nenek moyang mereka.

“Saya yakin orang-orang Palestina dan Israel sama-sama memiliki hak untuk tinggal di tanah mereka masing-masing. Tetapi kita harus memiliki perjanjian damai guna memastikan stabilitas untuk semua orang serta relasi yang normal,” kata Mohammed bin Salman seperti dikutip Atlantic.

Banyak yang menilai pernyataan tersebut merupakan bukti semakin dekatnya hubungan antara Arab Saudi dengan Israel.

Arab Saudi sampai saat ini tidak mengakui Israel sebagai negara dan tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Negara Zionis itu. Arab Saudi selama bertahun-tahun telah menegaskan bahwa normalisasi hubungan antara kerajaan itu dengan Israel bergantung pada penarikan Israel dari wilayah Arab yang direbut dalam perang Timur Tengah 1967, wilayah yang diinginkan Palestina untuk mendirikan negaranya di masa depan.

Namun, Ketegangan yang meningkat antara Riyadh dan Teheran telah memicu spekulasi bahwa kepentingan bersama dapat mendorong Arab Saudi dan Israel untuk bekerja sama melawan apa yang mereka lihat sebagai ancaman bersama, yaitu Iran (okezone)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami