Hukum-Bisnis

Raja Demo Klaim Tak Perlu Pakai Saracen

Ketua tim advokasi pembela ulama dan aktivis, Eggi Sudjana

JAKARTA, (LEI) – Eggi Sudjana menyatakan dirinya adalah seorang raja demo yang suka berterus-terang. Karena itu, kata dia, perlawanan yang dilakukannya bukan model Saracen.

“Saya ini demonstran, bahkan saya dijuluki raja demo tahun 1980-an. saya enggak perlu pakai model Saracen-Saracen. Saya lawan terang-terangan,” kata Eggi Sudjana saat ditemui di kantor firma hukumnya di Jalan Tanah Abang III, Jakarta Pusat, Kamis, 14 September 2017.

Pihak kepolisian menyatakan Saracen diduga adalah kelompok sindikat dalam bisnis hoax dan ujaran kebencian. Dalam susunan kelompok tersebut, ada nama Eggi Sudjana yang masuk dalam dewan penasihat. Polisi telah menetapkan Jasriadi, pimpinan kelompok tersebut, tersangka.

Eggi mengatakan, hampir semua Presiden dilawannya, kecuali BJ Habibie karena dianggap konsen pada Islam. Sebagai orang yang suka berterus-terang, dia tidak suka sembunyi-sembunyi. “Enggak pakai nyumput-nyumput, kata orang Sunda. Enggak,” kata Eggi.

Tudingan bahwa dirinya terkait Saracen, kata Eggi, adalah fitnah. Anehnya, dirinya merasa terus dikejar-kejar, bahkan hendak diperiksa kepolisian. Di sisi lain, sebagai korban fitnah, Eggi telah melaporkan dugaan ujaran kebencian yang dialamatkan padanya ke Bareskrim Mabes Polri.

Namun hingga kini, kata Eggi, laporan itu diabaikan. Eggi menyatakan keheranannya pada perlakuan diskriminatif aparat kepolisian. Terhadap orang yang dianggap bersebrangan dengan pemerintah, proses hukum dilakukan dengan sangat cepat. Misalnya pada Alfian Tanjung. “Alfian, baru keluar penjara langsung ditahan lagi,” kata dia.

Dia mengingatkan agar tidak ada perlakuan diskriminatif dalam penegakan hukum. Sebab, dikhawatirkan jika rasa keadilan terus ditindas, maka keadilan akan mencari jalannya sendiri.

Upaya kriminalisasi dengan mengaitkan pada saracen, kata Eggi Sudjana, terasa sejak dirinya membela Rizieq Shihab. “Jadi memang muncul seperti ada target. Karena bertepatan dengan membela Habib Rizieq, dulu-dulu enggak ada,” kata dia. [tempo]

Share :

iklan btn

Click to comment

Komentar Anda...

To Top