BTN iklan
InternasionalLiputan

Reaksi Presiden Jokowi Ketika Indonesia Terpilih sebagai Anggota Tak Tetap Dewan Keamanan PBB

JAKARTA, (LEI) – Presiden Joko Widodo melontarkan pujian atas terpilihnya Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB untuk periode 2019-2020.

“Alhamdulillah Indonesia terpilih menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB,” demikian Presiden dalam cuitan di akun media sosial Twitter pada Jumat malam.

Indonesia terpilih sebagai anggota tidak tetap DK PBB untuk grup kawasan Asia Pasifik periode 2019-2020 melalui pemungutan suara atau voting di Majelis Umum PBB.

Indonesia berhasil meraih 144 suara melalui proses pemilihan tertutup di Majelis Umum PBB. Menurut Presiden, Indonesia akan terus berpartisipasi membangun ketertiban dunia.

“Kita akan berperan melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial,” kata Presiden dalam cuitannya.

Selain Indonesia, negara lain yang juga terpilih mewakili kawasan yaitu Afrika Selatan untuk grup kawasan Afrika, Republik Dominika untuk kawasan Amerika Latin dan Karibia, serta Jerman dan Belgia untuk kawasan Eropa Barat dan negara lain.

Indonesia dipercaya banyak negara-negara dunia

Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari menilai Indonesia terpilih menjadi salah satu anggota tidak tetap Dewan Keamanan (DK) PBB merupakan wujud kepercayaan negara-negara di dunia terhadap kontribusi Indonesia menjaga perdamaian.

“Negara-negara di dunia memberikan kepercayaan kepada Indonesia tentunya mempertimbangkan sikap politik serta kontribusi Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia,” kata Abdul Kharis Almasyhari melalui pernyataan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Sabtu.

“Selamat kepada Tim Kementerian Luar Negeri, khususnya Menteri Luar Negeri dan Dubes Luar Biasa Indonesia di PBB, yang telah bekerja cerdas dengan diplomasi tingkat tinggi dalam meyakinkan negara-negara sahabat, untuk memberikan suaranya kepada Indonesia mewakili Kawasan Asia Pasifik, menjadi anggota tidak tetap DK PBB selama dua tahun ke depan,” jelas Abdul Kharis.

Terpilihnya Indonesia sebagai anggota tidak tetap DK PBB diumumkan oleh Presiden Majelis Umum PBB Miroslav Lacjak, di New York, Amerika Serikat, Jumat (8/6). Indonesia sebelumnya, pernah tiga kali menjadi anggota tidak tetap DK PBB yakni periode 1973-1974, 1995-1996, dan 2007-2008. Untuk yang keempat kalinya, pada periode 2019-2020 Indonesia akan memulai tugasnya Januari mendatang.

“Indonesia sebagai Anggota DK PBB bisa mengusulkan agar segera dibuat tim investigasi Internasional untuk menginvestigasi situasi atau keadaan yang mengancam perdamaian dan keamanan Internasional terkait tindakan Israel terhadap warga Gaza Palestina yang banyak menimbulkan korban jiwa dan hingga kini terus berlangsung,” katanya.

Kharis juga menegaskan, Indonesia sebagai anggota DK PBB agar terus mendorong kemerdekaan Palestina dapat segera terwujud sehingga perdamaian dunia dan kawasan tercipta.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Komentar Anda...

Related Articles

Close
Close