Olahraga

Real Madrid Efektif Atau Beruntung?

BTN iklan

JAKARTA, (LEI) – Jika berbicara angka-angka, Real Madrid kalah dalam banyak hal atas Bayern Munich di dua laga semifinal. El Real lolos karena efektif, atau sekadar beruntung?

Real Madrid baru saja memastikan mendapat tiket final Liga Champions untuk kali ketiga secara beruntun. El Real meraihnya dengan penuh perjuangan dan (agak) ketar-ketir dalam dua pertandingan dengan Bayern.

Di Santiago Bernabeu dinihari tadi Madrid bermain imbang 2-2, hasil yang membuat mereka unggul agregat 4-3. Tapi selama sekitar 30 menit terakhir di laga itu El Real benar-benar waswas karena jika Bayern membuat satu gol tambahan saja maka peluang ke final akan mengecil dengan drastis.

“Ini Real Madrid yang berbeda dibanding beberapa tahun ini. Mereka punya keberuntungan yang luar biasa,” ucap Frank Lampard dikutip dari Independent.

Pernyataan Lampard bisa saja diperdebatkan. Namun di laga due leg menghadapi Bayern, El Real sangat terbantu dengan keberuntungan.

Salah satunya adalah momen paling krusial dalam laga dinihari tadi, saat Sven Ulreich membuat kesalahan yang mengantar Karim Benzema mencetak gol kedua dengan sangat mudah. Tanpa mengecilkan penampilan luar biasa Keylor Navas, Bayern harusnya juga bisa membuat lebih banyak gol dalam laga tersebut.

Upaya Bayern membalikkan keadaan berulang kali gagal. Dua kans Corentin Tolisso dan Thomas Muller dimentahkan Navas, sementara Robert Lewandowski dan Mats Hummels buang-buang peluang.

Juga bisa dianggap keberuntungan adalah wasit tidak melihat hand ball Marcelo. Pemain belakang asal Brasil itu mengakui usai pertandingan kalau dia menyentuh bola dengan tangan.

Menurut catatan BBC, Madrid melakukan tujuh blok, dan hanya punya penguasaan bola sebesar 40%. Jumlah operan mereka 150 lebih sedikit dibanding Bayern.

Madrid membuat dua gol dari tiga tembakan on target yang mereka hasilkan. Sementara Bayern menghasilkan 10 tembakan on target.

Pundit BBC yang juga mantan pemain Timnas Inggris, Chris Waddle, mengatakan Madrid sangat efektif dalam memanfaatkan keberuntungannya (dalam hal ini dua kesalahan Bayern). Itulah yang kemudian jadi pembeda, terlepas dari performa skuat besutan Zinedine Zidane yang dia nilai biasa saja.

“Real Madrid punya pemain berkualitas tapi saya pikir Zidane tidak mendapatkan keseimbangan dalam timnya malam ini. Luka Modric beberapa kali jadi bek kanan. Saya tak paham. Mereka tidak bermain bagus, tapi mereka bisa mencetak empat gol di dua leg,” ucap Waddle.

Whoscored mencatat, di dua leg semifinal Bayern Munich menghasilkan 39 tembakan, 15 di antaranya on target. Tapi dari jumlah itu cuma tiga gol berhasil dilesakkan.

Sementara Madrid cuma bikin kurang dari setengahnya (16 tembakan) dan tujuh on target. Empat gol lahir dari upaya-upaya itu.

Madrid bisa jadi tak tampil sebaik saat dua musim terakhir menguasai Liga Champions. Keberuntungan mungkin juga mendatangi mereka. Tapi seperti dikatakan Toni Kroos, yang begitu krusial dari Madrid adalah bagaimana mereka efektif memanfaatkan keberuntungan yang datang.

“Penting untuk yakin pada diri kami sendiri. Kami tahu kami bisa mencetak gol di setiap kesempatan yang datang. Dalam dua pertandingan ini (melawan Bayern), kami menunjukkan betapa efektifnya kami,” jawab Toni Kroos atas keraguan terhadap Madrid.

[Detik]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

5 Komentar

  1. Hey! I could have sworn I’ve been to this blog before
    but after reading through some of the post I realized it’s new to
    me. Anyhow, I’m definitely happy I found it and I’ll be book-marking
    and checking back frequently!

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami