Nasional

Rekaman Pembicaraan Menteri BUMN yang Bocor Diduga Fitnah

BTN iklan

JAKARTA, (LEI) – Pemerhati telematika dan multimedia Roy Suryo meminta pihak berwajib mengusut beredarnya rekaman antara Menteri BUMN Rini Soemarno dan Direktur Utama PLN Sofyan Basir.

“Selaku pemerhati telematika dan multimedia, tidak perlu dikait-kaitkan dengan partai apa pun, beredarnya rekaman telepon yang diduga suara Risu dan SoBa, perlu disikapi serius oleh pihak berwajib,” kata Roy Suryo dalam pesan singkat kepada JPNN, Sabtu (28/4).

Dia menambahkan, selain perlu dipertanyakan motif makna pembicaraannya, juga harus diungkap siapa pembocor rekamannya.

“Karena ini bisa disebut sebagai skandal memalukan di republik yang kita cintai,” ujar Roy. Dia mengaku sebenarnya sudah tidak lagi mempersoalkan rekaman tersebut asli atau palsu karena sekarang ini mudah untuk mengujinya.

“Namun kalau memang diperlukan, Bareskrim Polri saya kira langsung bisa memvalidasinya,” kata Roy.

Benar atau Tidak?

Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu mendesak kepolisian bertindak untuk mengusut pihak penyebar fitnah terkait rekaman pembicaraan Menteri BUMN Rini Soemarno dengan Dirut PLN Sofyan Basyir.

Sekretaris Jenderal FSP BUMN Tri Sasono mengatakan, tidak benar rekaman pembicaraan yang beredar antara menteri BUMN dan dirut PLN membicarakan bagi-bagi fee.

“Karena itu Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu mendesak pihak kepolisian untuk menyelidiki dalang penyebar video rekaman tersebut yang bernada fitnah,” ucap Tri dalam siaran persnya, Sabtu (28/4).

Tri menilai rekaman percakapan bernada fitnah itu isinya jelas mendiskreditkan dan merugikan nama pemerintah. Sebab, kementerian BUMN telah menjelaskan bahwa pembicaraan tersebut dalam upaya kerja sama PLN dan Pertamina dengan pihak swasta.

Dalam posisinya, menteri BUMN dan dirut PLN berupaya untuk mendapatkan share kepemilikan lebih besar dalam proyek kerja sama yang tujuannya agar BUMN menjadi majority share holder dalam proyek kerja sama.

“Jadi tidak benar rekaman pembicaraan yang beredar antara menteri BUMN dan dirut PLN seakan akan bagi-bagi fee,” pungkas dia.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close