FinansialInternasional

Reksa Dana Berbasis Online dari BukaLapak

BTN iklan

Jakarta/Lei – perusahaan e-commerce Bukalapak bekerja sama dengan Bareksa meluncurkan fitur reksa dana berbasis online yakni “BukaReksa” dalam rangka menumbuhkan minat berinvestasi.

“Fitur itu diharapkan dapat menumbuhkan minat orang Indonesia khususnya para pengguna Bukalapak berinvestasi dengan cara yang mudah, aman, dan berkembang,” kata Founder dan CEO Bukalapak Achmad Zaky di Jakarta, Kamis.

Achmad Zaky menambahkan bahwa BukaReksa menyediakan wadah investasi bagi para pengguna Bukalapak yang kini jumlahnya lebih dari 11,2 juta pengguna. BukaReksa merupakan fitur terbaru di Bukalapak yang menyediakan sarana berinvestasi reksa dana secara online dan aman.

Searah Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Nurhaida menambahkan bahwa inovasi itu searah dengan upaya regulator pasar modal untuk terus meningkatkan kedalaman pasar modal Indonesia.

“Sesuai arahan oleh Presiden Joko Widodo, OJK akan selalu mendukung penuh setiap terobosan pemanfaatan teknologi. Teknologi internet perlu terus kita manfaatkan untuk memperluas jangkauan investasi di Indonesia, termasuk untuk menggencarkan edukasi investasi reksa dana di masyarakat kita,” katanya.

Menurut data OJK, per Desember 2016 total dana kelolaan (asset under management/AUM) industri reksa dana di Indonesia sebesar Rp338,6 triliun. Dibandingkan dengan nilai Produk Domestik Bruto (PDB) tahun 2015 yang sebesar Rp11.540,8 triliun, nilai tersebut hanya 2,93 persen.

Jumlah investor reksa dana di Indonesia pun masih relatif sedikit. Per 26 Agustus 2016, jumlah investor reksa dana baru tercatat 340.869, atau hanya sekitar 0,13 persen dari total populasi Indonesia.

Sementara itu, Co-Founder dan Chairman Bareksa Karaniya Dharmasaputra mengatakan bahwa erja sama dan sinergi antara perusahaan e-commerce seperti Bukalapak dengan perusahaan fintech dan financial marketplace seperti Bareksa akan mengakselerasi proses edukasi dan inklusi masyarakat Indonesia untuk mulai berinvestasi.

“Terobosan serupa berhasil di Tiongkok, di mana terjadi sinergi serupa antara Alibaba dan Yu�e Bao,” katanya.

Direktur Utama PT CIMB-Principal Asset Management Ridwan Soetedja mengatakan investasi di reksa dana dapat menawarkan potensi keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan dengan tabungan konvensional di bank.

“Seperti karakternya, reksa dana menawarkan ‘return’ yang stabil dan meningkat relatif lebih baik dibandingkan dengan deposito bank,” katanya.

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami