BTN iklan
EkonomiFinansialLiputanNasionalOpini

Rektor: Pengembangan “Start-Up” Dimulai Dari Kampus

Jakarta, 11/2 (Antara)- Pengembangan perusahaan pemula atau “start-up company” harus dimulai dari kurikulum di perguruan tinggi, demikian disampaikan Rektor Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Prof Dr Ir Asep Saefudin.

“Tantangan utama pengembangan perusahaan rintisan di Tanah Air adalah pola pikir, bagaimana para mahasiswa dididik begitu lulus tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi membuka lapangan pekerjaan,” ujar Rektor UAI di Jakarta, Minggu.

Pada era disrupsi saat ini, ujar dia, lulusan perguruan tinggi harus menjadi penggerak dan tidak lagi menjadi pengikut. Apalagi kehidupan digital telah masuk ke setiap lini kehidupan, baik sosial, ekonomi, politik, dan pendidikan.

“Jangan sampai kita malah menjadi konsumen utama di era digital ini. Di sinilah para sivitas akademika harus terbuka dengan perubahan zaman. Kita harus siap dengan paradigma baru di era disrupsi,” ujar dia.

Untuk itu perlu adanya upaya sistemik yang dimulai dari kurikulum perkuliahan. Dia menyebut di kampusnya, terdapat dua mata kuliah yang wajib diberikan untuk semua program studi selama tiga semester.

Pihak kampus juga bekerja sama dengan perusahaan nonprofit asal Amerika Serikat yang melakukan pembinaan terhadap perusahaan rintisan di Tanah Air.

“Dengan upaya yang sistemik, kami berharap akan semakin banyak lahir perusahaan rintisan yang berasal dari kampus. Saat ini sudah terdapat lima perusahaan rintisan di kampus yang mendapat bantuan dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti),” katanya.

Saat ini, lanjut Asep, sekitar 10 persen dari lulusan UAI menjadi wirausahawan muda. Dia berharap dengan upaya sistemik mencetak wirausahawan muda dari bangku kuliah, maka bisa mencetak 20 persen dari wirausahawan muda dalam beberapa tahun ke depan. Sebelumnya pada Sabtu (10/2), UAI mewisuda 287 wisudawan yang berasal 15 program studi.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Komentar Anda...

Related Articles

Close
Close