Hukum

Rektor UNJ Akan Polisikan Menristek-Dikti?

BTN iklan

JAKARTA, (LEI) – Prof Djaali Rektor UNJ (Universitas Negeri Jakarta) yang dituduh melakukan aksi plagiat, merasa dirinya tidak melakukan hal tersebut. Dia akan melaporkan Menristek Dikti M Nasir ke Bareskrim Polri.

Kuasa hukum Djaali, Frans Aryatna mengatakan,”Ditujukan kepada menteri, karena menyatakan jual beli ijazah di UNJ. Padahal tidak pernah ada yang dituduhkan dia, siap bersaksi” saat ditemui di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Pusat.

Laporan itu dikuasakan Djaali ke penasihat hukumnya, Frans dan Agus Kilikily sekitar pukul 13.10 WIB. Djaali sendiri tak hadir dalam laporan ini. Selain melaporkan M Nasir, Frans mengaku melaporkan Ketua Tim Independen Kemenristek Dikti Ali Ghufron Mukti dan juga beberapa media online.

Frans mengatakan kliennya keberatan atas pencopotan jabatan rektor karena dituding plagiat. “Ali Ghufron (karena menyebut) terjadi plagiator jual beli ijazah. Itu kan tidak benar, (ngomong) di media,” jelasnya.

Dia mengatakan bahwa kliennya tak merasa melakukan aksi plagiarisme. Frans menyebut hingga saat ini Djaali masih bertahan dengan jabatannya. “Senat mendukung Djaali tetap bertahan karena alasan (pencopotan) tidak jelas. Hanya berdasar plagiat toh. Saat ini masih (bertahan),” kata Frans.

Frans melanjutkan pembicaraannya, dia menyebut baik Menristekdikti, Ali Ghufron maupun media online disangkakan melakukan fitnah dan pencemaran nama baik, serta melanggar UU ITE.

Ketua Tim Independen Kemenristek Dikti Ali Ghufron Mukti mengatakan pencopotan jabatan rektor Djaali setelah dilakukan penelusuran dan pendalaman. Tim independen mendalami temuan sebelumnya oleh Tim Evaluasi Kinerja Akademik (EKA).

“Sehingga Pak Djaali sudah tidak lagi menjabat,” ujar Ali dalam keterangan pers dari Forum Alumni UNJ (Forluni). Polemik kasus yang menjerat rektor UNJ bermula dari temuan tim EKA soal plagiasi atas disertasi mantan gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam. Nur sendiri kini telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

Tak puas dengan Nur Alam saja kasus itu, Tim EKA melanjutkan penelusuran kemudian menemukan kasus plagiasi serupa di beberapa mahasiswa doktor yang juga pejabat asal Sultra.

Djaali ternyata beberapa waktu lalu telah dilaporkan oleh Aliansi Dosen UNJ ke Ombudsman RI. Laporan tersebut terkait adanya praktik-praktik KKN yang diduga dilakukan oleh Rektor UNJ.

Batal Polisikan Menristekdikti

Namun kami mendapat laporan sore bahwa Prof. Djaali urung mempolisikan Menristekdikti M Nasir ke Bareskrim Polri. Pihak yang dilaporkan ialah Ketua Tim Evaluasi Kinerja Akademik (EKA) Supriyadi Rustad dan dosen UNJ Ubaidilah Badrun.

“Sementara ini Menteri jadi saksi, Dirjen, Ali Ghufron jadi saksi. Karena yang mulai Tim EKA, buktinya dari media,” kata penasihat hukum Djaali, Agus Kilikily, di Bareskrim Polri, gedung KKP, Jl Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Rabu (27/9).

Agus menyebut M Nasir tak jadi dipolisikan lantaran Tim EKA, yang diketuai Supriyadi Rustad, adalah pihak yang memulai polemik soal adanya jual-beli ijazah di UNJ. Untuk itu, dia melaporkan Supriyadi dan Ubaidillah dengan tuduhan mencemarkan nama baik dan fitnah.

“Pak Supriyadi Rustad dan Ubaidillah Badrun (yang dilaporkan). Kami laporkan pencemaran nama baik dan fitnah karena dari Tim EKA Supriyadi Rustad, beliau yang menyatakan bahwa di UNJ terjadi plagiat dan jual-beli ijazah,” beber Agus.

Agus menuding temuan Tim EKA yang menyebut ada plagiarisme tak berdasar. Dengan keyakinan itu, dia ingin memulihkan nama baik kliennya.

“Yang kami pelajari dari Tim EKA bukan bukti fisik, tidak ada, dan kami bisa membuktikan sebaliknya bahwa itu tidak benar. Oleh karena itu, kami berani datang kemari,” jelasnya.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami