EntertainmentInternasionalLiputanOpini

Resensi “Black Panther” Perjuangan Pahlawan Super-Raja Wakanda

BTN iklan

“You are a good man, with a good heart. And it’s hard for a good man to be a king.” (Kamu adalah orang yang baik, dengan hati yang baik. Dan sukar bagi orang baik menjadi raja).

Ucapan bijak itu dituturkan oleh T’Chaka (diperankan oleh John Kani), di dalam sebuah mimpi yang dialami oleh anaknya, T’Challa (Chadwick Boseman).

T’Challa adalah seorang pangeran, yang mesti dinobatkan sebagai seorang raja baru karena tragedi meninggalnya sang ayah dalam sebuah ledakan.

Kekuasaan yang dimiliki oleh T’Chaka dan penerusnya, T’Challa, adalah Wakanda, sebuah negara kecil yang tersembunyi di balik luasnya kawasan benua Afrika.

Tidak diketahui oleh berbagai masyarakat dunia, Wakanda merupakan daerah yang mengandung vibranium, logam yang disebut sebagai terkuat di planet bumi.

Dengan memberdayakan energi yang dihimpun dari vibranium, Wakanda bisa menciptakan sebuah peradaban yang sangat maju, terutama dari sisi teknologi dan pengobatan medis.

Namun, agar tidak ada pihak luar yang melirik kepada Wakanda, maka pemerintahan negara itu memutuskan untuk merahasiakan teknologi maju mereka, sehingga Wakanda di tataran global hanya dikenal sebagai negara dunia ketiga yang marjinal.

Padahal, Wakanda memiliki seorang raja yang tidak hanya mengemban tugas sebagai pemimpin, tetapi juga sebagai seorang pahlawan super, yaitu “Black Panther”.

Dengan menggunakan pakaian berteknologi vibranium serta ramuan tradisional Wakanda, sang raja memiliki kekuatan, kecepatan, dan ketangkasan melebihi manusia biasa.

T’Challa, sebagai seorang raja baru, mengalami sejumlah dilema dan keraguan apakah dirinya bisa mengemban tugas sebagai seorang raja yang baik seperti ayahnya.

Selain itu, terdapat pula suara ketidaksetujuan dari beberapa pihak, termasuk Nakia (Lupita Nyong’o), seorang agen rahasia yang juga wanita idaman T’Challa.

Menurut Nakia, seharusnya Wakanda dapat membuka diri dan berbagi untuk membantu dunia dengan menyebarkan teknologi mutakhir yang berhasil dikembangkan dengan menggunakan bantuan logam vibranium.

Setelah melalui berbagai ritual dan dinobatkan sebagai seorang raja, T’Challa mendapatkan tugas pertamanya untuk menangkap Ulysses Klaue (Andy Serkis), begundal yang memiliki tangan super hasil dari teknologi vibranium yang dicurinya dari Wakanda.

Merampok Ulysses Klaue juga ternyata berhasil merampok sebuah artefak yang mengandung vibranium, yang akan dijualnya ke pihak lain di Busan, Korea Selatan.

T’Challa, dengan kekuatan Black Panther, bersama-sama dengan Nakia dan Okoye (panglima wanita dari angkatan bersenjata negara Wakanda), bergegas ke Busan.

Namun di Korsel, pergumulan terjadi antara pihak T’Challa dan Klaue, yang ternyata berniat menjualnya ke lembaga intelijen negara adidaya Amerika Serikat, CIA.

Kerja sama yang dilakukan para pahlawan dari Wakanda dengan tim CIA ternyata awalnya berhasil menangkap Klaue dan menginterogasinya.

Di tengah-tengah interogasi, Klaue berhasil diselamatkan oleh beberapa orang yang dipimpin oleh Erik Killmonger (Michael B Jordan), seorang mantan tentara khusus AS dan bekas pegawai CIA, yang memiliki pengalaman bertempur di berbagai negara selama bertahun-tahun.

Cincin yang dikenakan oleh Erik Killmonger itu ternyata dikenali oleh T’Challa berasal dari Wakanda. Seiring berjalannya waktu, semakin terkuaklah rahasia dari Erik yang membuat tugas T’Challa sebagai raja Wakanda semakin berat dan penuh dengan intrik.

Penting “Black Panther” merupakan film terbaru dari alam Marvel Cinematic Universe (yang melahirkan karya lainnya seperti X-Men dan Avengers), yang dinilai sebagai sebuah tonggak sinema yang sangat penting pada saat ini.

Mengapa? Karena ini adalah film pertama Marvel yang benar-benar mengedepankan tokoh kulit hitam sebagai seorang pemeran utama, sesuai dengan keinginan berbagai pihak agar Hollywood dapat menekankan penceritaan yang beragam.

Pasalnya, selama ini sosok pahlawan super di Amerika Serikat kerap didominasi oleh tokoh berkulit putih, seperti Superman, Batman, dan Spiderman.

Tentu saja bukan berarti bahwa selama ini belum ada film dengan pahlawan super berkulit hitam (contoh di masa lalu adalah “Blade” dan “Hancock”).

Namun, “Black Panther” mendorong lebih jauh dengan menampilkan sebuah peradaban tentang sebuah negara di benua Afrika, lengkap dengan keunikan etnisitas di kawasan tersebut yang tergambar dalam berbagai adegan yang menampilkan Wakanda.

Tidak heran bila aktris Lupita Nyong’o (yang memainkan peran Nakia), menyatakan bahwa film “Black Panther” diharapkan dapat mengubah persepsi banyak orang tentang Afrika yang kerap dikonotasikan negatif.

Apalagi, Lupita–sebagaimana dikutip dari kantor berita Reuters–juga mengakui bahwa film dari Marvel juga merupakan cara yang efektif dalam mempengaruhi budaya populer saat ini.

Keunggulan film “Black Panther” bukan hanya dari menampilkan keunikan peradaban berciri khas Afrika, tetapi dari segi penceritaan juga layak dipuji dan diacungi dua jempol.

Sosok protagonis utama, T’Challa, bukanlah hanya ditampilkan sebagai seorang sosok macho dan berkekuatan super, tetapi dia juga memiliki konflik pribadi untuk berupaya bagaimana dia bisa menjadi seorang pemimpin yang baik bagi rakyatnya.

Selain itu, tokoh antagonisnya, Erik Killmonger, juga berhasil dibawakan oleh aktor Michael B Jordan dengan baik, sehingga meski para penonton dapat tidak setuju dengan berbagai tindak kejahatan yang dilakukannya, ada dasar argumen rasional yang mendasari mengapa Erik berbuat hal tersebut.

Erik Killmonger berbeda dengan stereotip musuh utama dari film pahlawan super lainnya, yang biasanya berupa mahkluk seram yang hanya ingin menguasai dunia belaka.

Hal menarik lainnya dalam film ini tidak ada peran wanita yang lemah dan biasanya selalu teriak minta tolong seperti ditemukan dalam film pahlawan super lainnya.

Beragam tokoh wanita di “Black Panther”, seperti Nakia dan Okoye, serta saudari Shuri (Letitia Wright), dan juga ibunda mereka, Ramonda (Angela Bassett) juga digambarkan sebagai sosok yang mandiri dan tangguh.

Sebagai sebuah genre laga, film berdurasi 134 menit itu juga tidak mengecewakan para penggemar karena menampilkan berbagai aksi laga dan pertarungan yang berkualitas, serta tampilan visual yang sangat indah.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

6 Komentar

  1. Hello, I think your blog might be having browser compatibility
    issues. When I look at your blog site in Chrome,
    it looks fine but when opening in Internet Explorer, it has some overlapping.
    I just wanted to give you a quick heads up! Other then that, very good blog!

  2. I am really impressed together with your writing abilities and
    also with the layout on your blog. Is that this a paid subject matter or did you customize
    it your self? Either way stay up the nice quality writing, it’s uncommon to see a great weblog like this one these
    days..

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami