Entertainment

Resensi Film Bumi Manusia karya Pramudya Ananta Toer

BTN iklan

Menunggu setelah beberapa tahun meninggal karya Pramudya Ananta Toer, akhirnya di angkat ke layar lebar.

Patut diacung jempol keberanian Falcon dan Hanung. Pemilihan lakon Iqbal yg sukses film Dilan sebagai ikon anak milenial punya tugas berat peran tokoh Mingke dari awal hingga akhir, untung Ine Febriyanti sebagai Ontosoroh banyak menolong peran Iqbal , dan Annelist yang diperankan Mawar Eva sangat apik membawakan peran dalam film berdurasi 3jam.

Setting dan lokasi yang dipilih Hanung sangat apik dan banyak bisa diterima, bayangkan Hanung harus mengekspresikan suasana Hindia Belanda jauh sebelum Merdeka tahun 1800 dengan melibatkan banyak pendukung tentulah patut diberikan apresiasi kepada Hanung.

Secara keseluruhan film ini digarap secara apik dan mengalir agar penonton bisa mengikuti jalan cerita sambil mencocokan buku Pram, Bumi Manusia, yang akhirnya ditutup secara tragis Annette harus diadopsi dan masih dianggap gadis sesuai hukum Belanda, dengan mengesampingkan Hukum Islam masyarakat Inlaander.

Film mengangkat karya sastra terbaik Pramudya wajib ditonton para pelajar dan mahasiswa. Penulis bermimpi film karya Hanung menjadi wajib ditonton oleh pelajar dan mahasiswa. Bintang 4 untuk film Bumi Manusia.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami