BTN ads
InternasionalLiputan

Ribuan Petani Bunuh Diri Gara-Gara Gagal Panen

MUMBAI, (LEI) – Lautan manusia memerah di Mumbai, dipenuhi puluhan ribu petani India yang berunjuk rasa dengan memakai topi dan bendera merah. Tak tanggung-tanggung, mereka bersama berjalan kaki selama enam hari menempuh jarak 165 kilometer.

Pengunjuk rasa berjumlah 30.000 orang termasuk wanita tua dan anak kecil. Mereka berkumpul di lapangan bermain Azad Maidan di selatan Mumbai. “Kami telah membuat pengaturan termasuk menyiapkan fasilitas medis darurat dan air minum,” terang Juru Bicara Otoritas Kewarganegaraan Mumbai, Tanaji Kamble.

Para pengunjuk rasa menginginkan pemerintah negara bagian Maharashtra untuk memindahkan lahan hutan ke petani kesukuan yang telah lama bekerja selama bertahun-tahun. Mereka juga ingin dibayar satu setengah kali lipat dari biaya hasil panen mereka.

Mereka juga menuntut agar pemerintah membebaskan semua pinjaman pertanian. Pemerintah Maharashtra mengatakan, pihaknya menjanjikan bahwa akan menemui para pemimpin petani untuk mencari jalan tengah tuntutan tersebut.

Tahun 2017 lalu, Kepala Menteri Maharashtra Devendra Fadnavis mengatakan, pemerintahnya akan menghapuskan pinjaman kepada petani yang diperkirakan bernilai sekitar USD 4,75 miliar.

India memiliki hampir 260 juta petani dan buruh tani dan lebih dari separuh penduduk tinggal di daerah pedesaan, namun pertanian hanya menyumbang 17 persen dari produk domestik.

Perlu diketahui bahwa Maharashtra adalah salah satu negara bagian terpenting di India. Dalam beberapa tahun terakhir ini terjadi hujan yang mengakibatkan kegagalan panen. Hal ini yang mengakibatkan lebih dari 2.500 petani bunuh diri pada 2017.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Komentar Anda...

Related Articles

Close
Close