Ribuan Sopir Taksi Demo Layanan Berbasis Aplikasi – Legal Era Indonesia
Hukum-Bisnis

Ribuan Sopir Taksi Demo Layanan Berbasis Aplikasi

sopir taksi demo gojek
Bagikan ke:

taksiJakarta, (22/3) – Menyikapi demo sopir taksi anarkis peneliti Lembaga Studi Hukum Indonesia (LSHI) Dr. Laksanto Utomo, SH, MH mengatakan bahwa pemangku kepentingan dalam hal ini Depatemen Perhubungan terlambat membuat regulasi dan infrastruktur aturan dengan melihat kemajuan jaman transportasi berbasis online adalah suatu keniscayaan karena konsumen adalah generasi muda yang berbasis gadget.

” Nah regulator segera menyesuaikan diri pengusaha taksi juga menyesuaikan zaman digital. Jika kita mau jujur bisnis Gojek oleh saudara Karim adalah terobosan bisnis sekaligus pemelekan pengojek kepada gadget,” lanjutnya

Persaingan usaha transportasi dengan kemajuan jaman berbasis internet resikonya pengusaha taksi lamaakan investasi system dan para sopir harus tau aplikasi berbasis android.

Sejumlah ribuan sopir taksi tadi siang mengadakan aksi di depan Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta Pusat, Selasa, mereka menuntut untuk menutup aplikasi transportasi daring.

Masa mulai berkumpul sekitar pukul 13.00 WIB. Dengan ratusan mobil taksi, bajaj, colt dan metromini diparkirkan di dalam Monas.
Peserta aksi tolak aplikasi transportasi online sempat menurunkan paksa para penumpang taksi dan menghentikan paksa sopir taksi yang masih beroperasi. Di jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, puluhan peserta aksi menghentikan beberapa taksi yang melintas, kemudian memaksa penumpang untuk turun.

Salah satu penumpang terlihat sebagai Warga Negara Asing yang baru turun dari bandara menuju Jakarta Pusat. Taksi yang beroperasi dirusak dan dilempari batu untuk dipaksa ikut aksi turun ke jalan. Terlihat spion kiri patah dan retak kaca mobil. Beberapa badan mobil juga terlihat rusak. Taksi tersebut bertuliskan taksi bandara dari taksi berlambang burung biru.

Salah satu metromini terparkir di depan Monas terlihat rusak parah. Semua bagian kaca pecah serta serpihan kaca masuk di dalam metromini. Terlihat beberapa batu bekas lemparan yang merusak kaca tergeletak di dalam badan bus dengan ukuran sebesar kepalan tangan orang dewasa. Menurut salah satu sopir metromini yang tidak mau disebutkan namanya diduga perusakan tersebut disebabkan oleh para pengemudi aplikasi daring.

Saat ini, ribuan sopir taksi berkumpul untuk mengadakan aksi tolak aplikasi daring di depan Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta Pusat.

Kerusuhan terjadi karena aparat tidak bersegera antisipasi sedini mungjkin, ini ujian bagi Kapolda baru untuk segera meredam dan memberi rasa aman masyarakat dan pebisnis di ibukota. Selamat bertugas… (arga.lei)

iklan btn

Click to comment

Komentar Anda...

To Top