Hukum

Ribut-Ribut Abu Bakar Baasyir Bebas

BTN iklan

JAKARTA, (LEI) – Seperti kita ketahui bahwa Presiden Joko Widodo ( Jokowi) mengeluarkan keputusan yang menuai pro-kontra, yaitu membebaskan terpidana terorisme Abu Bakar Baasyir menuai pro kontra. Sejumlah pihak ada yang memuji, ada pula yang menganggapnya sarat muatan politis.

Pengamat Terorisme yang juga Rektor IAIN Pontianak M Syarif mengatakan, keputusan itu sebaiknya tidak ditanggapi berlebihan di luar kerangka politik hukum dan kebijakan. Menurutnya, alasan kemanusiaan menjadi pertimbangan mendasar di balik keputusan Jokowi itu.

“Pertimbangannya kan kemanusiaan, sudah sepuh 81 tahun, kesehatannya menurun, sakit-sakitan, butuh perawatan khusus bersama keluarga,” kata Syarif saat dikonfirmasi, (21/1/2019).

Syarif mengatakan pertimbangan itu cukup bijak karena aspek kemanusiaan merupakan salah satu landasan dan paradigma hukum di Indonesia. Dia juga menilai keputusan itu adalah bentuk strategi lain melawan terorisme.

“Dan saya kira Presiden mengambil langkah ini tidak terlepas dari salah satu strategi pemberantasan terorisme dengan pendekatan kemanusiaan, bukan hanya pendekatan reperesif semata. Karena tidak bisa dibantah alasan kemanusiaan itu bukan dibuat-buat. Beliau sudah sepuh 81 tahun, beliau sakit-sakitan, beliau sudah menjalani hukuman 9 tahun di dalam penjara,” kata Syarif.

Selain itu, menurut Syarif, ketakutan adanya aksi teror lagi pasca dibebaskannya Baasyir terlalu berlebihan. Di samping sudah tua, Baasyir dianggap sudah ditinggal pengikutnya dan sudah terputus dengan jaringan ekstrimis seperti Jaringan Anshar Daulah (JAD) dan Jaringan Ansharut Syiah (JAS).

“Enggak usah khawatir, aparat kita sangat paham soal ini,” tegasnya.

Dia mengaku heran dengan tudingan pembebasan Abu Bakar Baasyir sebagai tanda pemerintah Jokowi tidak berkomitmen terhadap penanggulangan terorisme. Padahal, sambungnya, pencegahan dan penanganan aksi-aksi terorisme sangat progresif di era Jokowi ini.

“Ketegasan pemberantasan terorisme di Indonesia sangat tegas, ini faktanya. Tahun 2018 saja ada 396 terduga teroris yang ditangkap. Kemampuan polisi kita canggih, punya sistem deteksi dini dan diakui dunia. Kurang apa lagi?” tegasnya.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

2 Comments

  1. When I initially commented I clicked the “Notify me when new comments are added” checkbox
    and now each time a comment is added I get four emails with
    the same comment. Is there any way you can remove people from that service?
    Bless you!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close