Liputan

Risiko Mulai Menguap

BTN iklan

Bali/Lei — Peringkat sejumlah perusahaan mulai terkerek seiring dengan pemulihan harga komoditas dan perbaikan perekonomian.

Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis hingga akhir pekan lalu, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menaikkan peringkat atau outlook dua perusahaan, sementara enam perusahaan juga telah mendapatkan perbaikan outlook oleh Fitch Ratings.

Berdasarkan catatan Bisnis, Pefindo menurunkan peringkat 12 perusahaan pada 2016, lebih tinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya tujuh perusahaan.

Adapun, kedua perusahaan yang peringkatnya dinaikkan tahun ini, yaitu PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk. dan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero).

Kenaikan peringkat dilakukan Pefindo karena dukungan terhadap emiten berkode saham SDRA ini dari Woori Bank Korea yang kuat serta integrasi bisnis dalam hal layanan dan infrastruktur yang memberikan sentimen positif.

Adapun, kenaikan peringkat Sarana Multigriya Finansial dilakukan seiring dengan dukungan pemerintah yang lebih kuat, terutama dalam hal regulasi. Hal tersebut dinilai akan berdampak pada skala operasional perusahaan dan juga perannya dalam mendukung program perumahan nasional.

Sementara itu, seiring dengan pemulihan harga komoditas, Fitch Ratings telah merevisi outlook PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk. (SMAR), PT Ivo Mas Tunggal, dan PT Sawit Mas Sejahtera menjadi positif, dari sebelumnya negatif.

Fitch juga mengafirmasi peringkat ketiga produsen minyak sawit itu di level AA. Rufina Tam, analis Fitch Ra tings, menuturkan perbaikan outlook itu ditopang oleh peningkatan prospek bisnis perkebunan sawit seiring dengan naiknya harga crude palm oil (CPO) pada 2017.

Kenaikan outlook itu, lanjutnya, juga didukung oleh hampir rampungnya investasi di bisnis downstream yang dilakukan oleh induk usaha Golden Agri Resources, Ltd. Hal tersebut diyakini akan memperkuat arus kas ketiga perusahaan itu.

“Fitch memperkirakan arus kas akan meningkat, sehingga leverage pada 2017 akan turun. Proyeksi itu berdasarkan potensi perbaikan produksi, kenaikan harga CPO, dan anggaran capex yang lebih rendah,” tulis Rufina dalam keterangan resmi yang dirilis belum lama ini.

TURUN PERINGKAT

Kendati demikian, sepanjang tahun berjalan 2017, masih ada peringkat perusahaan yang diturunkan. Pefindo telah merevisi turun peringkat tiga perusahaan, sedangkan Fitch Ratings tidak melakukan downgrade.

Pefindo menurunkan peringkat PT Indomobil Wahana Trada, PT Per kebunan Nusantara X (Persero), dan PT Sumberdaya Sewatama. Tidak hanya peringkat, sejumlah perusahaan juga mengalami penurunan outlook, yakni PT PP Properti Tbk. (PPRO) dan Mandala Multifinance Tbk. (MFIN).

Pefindo merevisi outlook PP Properti menjadi negatif, dari stabil, untuk mengantisipasi pelemahan proyeksi struk tur permodalan dan perlindungan arus kas.

Indaryanto, Direktur Keuangan PP Properti, mengatakan per seroan baru bisa memperbaiki kinerja EBITDA pada paruh kedua 2017. Saat ini, PPRO akan memperkuat modal melalui rights issue dengan target Rp1,5 triliun.

Sementara itu, penurunan prospek Mandala Multifinance dari stabil menjadi negatif disebabkan melemahnya pertumbuhan pembiayaan baru perusahaan yang berasal dari penurunan pembiayaan pada segmen sepeda motor baru dan bekas.

Secara umum, Pefindo menilai prospek peringkat dan outlook perusahaan pada tahun ini akan lebih stabil.

“Periode buruk sudah terlewati, sudah di batas ba wah. Ke depan akan membaik,” kata Dirut Pefindo Salyadi Saputra saat ditemui Bisnis di sela-sela acara Underwriting Net work di Bali, Jumat (10/3).

Kendati peringkat atau outlook sejumlah perusahaan diturunkan, lanjutnya, kondisi itu tidak begitu rentan dibandingkan dengan periode sebelumnya. Dia meyakini peringkat perusahaan di sektor pembiayaan dan perbankan memang akan lebih stabil pada tahun ini.

 

Bisnis

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami