Internasional

Rombongan Orkestra Korut Berangkat ke Korsel dengan Kapal Feri Mewah

BTN iklan

SEOUL, Lei – Kapal feri yang mengangkut rombongan 140 orang anggota orkestra dari Korea Utara (Korut) dijadwalkan tiba di Korea Selatan (Korsel) pada Selasa (6/2/2018). Kapal feri Mangyongbong 92 itu akan dikawal saat merapat di Pelabuhan Mukho sekira pukul 17.00 waktu setempat.

Kementerian Unifikasi Korea Selatan menuturkan, rombongan sneiman dari Korut itu dipimpin oleh ketua girlband Moranbong, Hyon Song-wol. Ratusan orang itu akan tampil pada acara di Gangneung pada Kamis 8 Februari dan di Seoul pada Minggu 11 Februari.

Melansir dari Reuters, kapal feri itu akan digunakan untuk transportasi dan penginapan bagi 140 orang rombongan orkestra. Mangyongbong 92 terakhir kali bersandar di Korea Selatan pada 2002 ketika mengangkut pemandu sorak Korea Utara untuk mengikuti Asian Games 2002 di Busan.

Merapatnya kapal feri tersebut tidak terlepas dari pencabutan sementara sanksi yang diberlakukan Korea Selatan. Sebagaimana diketahui, Kementerian Unifikasi Korea Selatan memutuskan mencabut sementara sanksi bagi kapal-kapal Korea Utara demi mendukung suksesnya Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang 2018.

Seoul melarang semua jenis kapal yang berasal dari Korea Utara untuk masuk ke pelabuhan setelah terjadi serangan torpedo ke kapal milik Angkatan Laut Korea Selatan pada 2010. Serangan tersebut menewaskan sedikitnya 46 orang pelaut Korea Selatan.

Kapal feri Mangyongbong 92 diberikan sebagai hadiah oleh sekelompok penduduk keturunan Korea pendukung Pyongyang di Jepang pada 1992 untuk Kim Il-sung yang berulang tahun ke-80. Nama Mangyongbong diambil dari nama puncak sebuah gunung di Korea Utara.

Mangyongbong memiliki puluhan kabin mewah di beberapa kelasnya. Salah satunya adalah ruangan khusus yang dipakai oleh Kim Il-sung dan Kim Jong-il, sebuah restoran, sebuah bar yang dilengkapi dengan karaoke, dan sebuah toko souvenir. Kapal feri itu mampu mengangkut hingga 320 orang penumpang.

Kapal itu digunakan untuk melayani pelayaran antara Jepang dengan Korea Utara. Pelayaran tersebut sangat berguna untuk mengirimkan uang dan sumber daya lainnya ke Korea Utara. Namun, Jepang melarang kapal itu masuk wilayahnya pada 2006 sebagai hukuman atas uji coba rudal jarak jauh Korea Utara.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami