Multifinance

Rp 60 Trilyun KUR 2018 Dialokasiikan ke Sektor Produktif

BTN iklan

Jakarta, LEI – Pemerintah menargetkan menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 120 trilyun dengan bunga diturunkan menjadi 7% pada 2018. Dari target sebesar itu, 50% di antaranya atau Rp 60 trilyun dialokasikan ke sektor produktif.

“Ini sudah diputuskan di KKSK (Komite Kebijakan Sektor Keuangan), adanya subsidi bunga ini harus memberikan added value bagi UMKM,” ujar Yuana Sutyowati, Deputi Bidang Pembiayaan Kemenkop dan UKM dalam keterangan tertulis yang diterima Minggu (10/12).

Yuana mengatakan, dengan menitikberatkan pada sektor produktif seperti misalnya manufaktur, agribisnis maupun pertanian, maka dampak terhadap kontribusi Produk Domestik Bruto (PDB) akan semakin besar sekaligus memberikan nilai tambah dan penyerapan tenaga kerja.

Yuana menjelaskan, segmen UMKM yang jumlahnya mencapai 59 juta, masih sangat luas untuk digarap. “Apalagi data BI menunjukkan dari jumlah itu baru 19,1% yang tersentuh oleh bank. Artinya, masih 80,9% yang belum diakses perbankan,” katanya.

Yuana mengapresiasi kontrobusi yang sudah diberikan KKMB dalam membimbing dan membuat UMKM bisa bankable. “Apalagi saya dengar untuk usaha mikro, pendampingannya gratis, itu sangat saya hargai,” katanya.

Yuana berpesan, KKMB yang memiliki 14 wilayah di Indonesia bisa bersinergi dengan para konsultan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) yang tersebar di 51 daerah.

Lebih lanjut Yuana mengatakan, adalah penting bagi UMKM untuk melakukan penguatan kelembagaan melalui badan hukum, baik berbentuk koperasi maupun PT. “Ini agar bargaining position bisa lebih kuat karena memliki aspek legal,” ujarnya.

Berdayakan UMKM

Ketua DPP KKMB Nasional, Bambang Suharto, mengatakan gebyar akhir tahun dengan UMKM digelar sebagai komitmen KKMB dalam memberdayakan UMKM sekalligus memperluas jaringan pemasaran UMKM.

“Perhimpunan KKMB saat ini sudah ada di 14 provinsi dengan jumlah anggota 300 orang dan akan terus bertambah baik wilayah maupun anggotanya,” katanya.

Adapun ke-14 provinsi itu adalah Riau, Kepulauan Riau (Kepri) Sumatera Barat (Sumbar), Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat (Jabar), Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sulawesi Barat (Sulbar), Gorontalo, dan Papua.

Mengenai kiprah KKMB, Bambang menjelaskan, tahun 2016-2017, KKMB membantu menfasilitasi 2.500 Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK), membantu menfasilitasi sertifikat halal bagi 150 UMKM, penjualan online bagi 575 pengusaha, dan akses KUR bagi 470 UMKM.

KKMB juga akan meluncurkan pasar terintegrasi pada awal 2018 yang membantu masalah pemasaran online, pembiayaan, dan konsultasi bisnis.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami